Sultra

2017, Pecandu Narkoba di Kendari Meningkat

BUTONPOS.COM, KENDARI – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Murniati mengatakan pecandu narkoba tahun 2017 meningkat jika dibanding tahun 2016.

Dikutip dari Rakyat Sultra, data terbaru hingga pertengahan Desember 2017 mencapai 143 orang yang pencandu narkoba di kota Kendari, sedangkan jika dibandingkan dengan tahun 2016 hanya sebanyak 138 orang. Mengalami peningkatan sebanyak 5 orang, dan diprediksi masih akan bertambah hingga akhir tahun 2017.

“Sesi rehabilitasi di tahun ini berjumlah 143 orang dari target 100 orang. Tahun lalu 138 ada peningkatan dan saya yakin pasti jumlah tersebut masih mau bertambah sampai akhir 2017 artinya harus ada kesadaran dari keluarga, masyarakat itu sendiri untuk datang melaporkan dirinya bahwa pemakai ini mau sembuh,” ujar Murniati, di kantor BNN Kota Kendari, (14/12).

Dia mengatakan, jika masyarakat pecandu aktif dan susah untuk dirawat jalan, baru dirujuklah untuk di rawat inap di panti rehabnya BNN yakni ada di Badoka, Makassar, Lido Bogor, Kalimantan, Tanah Merah dan di Sumatera.

“Dari 143 orang ditinjau dari segi pekerjaannya ada 84 pelajar, wiraswasta 22 orang, ibu rumah tangga ada 8 orang, mahasiswa 6 orang, pengangguran 8 orang, honorer 1 orang, PNS 5 orang dan swasta 5 orang,” paparnya.

Lanjutnya, jika dilihat dari segi usia paling tinggi di bawah 17 tahun ada 84 orang. Usia diatas 40 tahun ada 4 orang. Dari jenis gender laki-laki paling unggul dibandingkan dengan perempuan berjumlah 125 orang dan perempuan 18 orang.

“Rawat jalan dari 143 orang itu berjumlah 134 orang artinya pasien rawat jalan datang ke klinik BNN 8 Minggu datang melapor, dan rawat inap ada 9 orang dan dirawat selama tiga bulan di panti rehabilitasi BNN itu biayanya gratis kecuali kalau di rawat inap keluarga yang menanggung biaya tiketnya tetapi selama berada di panti rehabilitasi BNN yang tanggung,” pungkasnya.

Jenis narkoba yang digunakan, katanya, paling tinggi golongan PCC berjumlah 70 orang, 46 orang pemakai sabu-sabu, pemakai tramadol 40 orang, ganja sintetis termasuk dengan ganja gorila itu 19 orang.

“Ganja gorila dinamakan medusa dalam bentuk rokok dengan kisaran harga 50 ribu. Kemudian lem vox 22 orang, kaptropil 1 orang,” pungkasnya. (rs)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker