Buteng

2018, Bupati Buteng Tuntaskan Pengaspalan Lombe-Tolandona

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin mengaku sudah mengantongi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk menuntaskan pengaspalan jalan poros Lombe-Tolandona 2018 nanti. Jalan sepanjang 18 KM tersebut akan diaspal menggunakan Hotmix.

“Pengaspalan jalan Lombe-Tolandona kita akan tuntaskan 2018. Sudah ada anggaran DAK-nya kemarin, tapi saya belum mau sebutkan sekarang. Yang pasti, masyarakat akan puas nantinya dengan pengaspalan tersebut,” ungkapnya kepada sejumlah media saat melakukan pengawasan pengaspalan di Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, beberapa waktu lalu.

Orang nomor satu di Kabupaten Buteng ini mengaku, sejumlah titik pendakian jalan yang menghubungkan Kecamatan Gu dengan Kecamatan Sangia Wambulu tersebut akan dikating agar tidak terlalu tinggi. Seperti pendakian di pemancar dan tikungan jurang di Desa Waliko akan diperlebar jalannya.

“Pendakian di pemancar akan kita turunkan lagi tingginya dan tikungan di Desa Waliko yang ada jurangnya akan kita perlebar, karena disitu jalannya sangat sempit,” tutur Samahuddin kepada Buton Pos saat ditanya kembali mengenai pengaspalan jalan Lombe-Tolandona tersebut.

Untuk jenis aspal yang akan dipakai nantinya adalah Hotmix, sebagaimana sudah dijanjikannya pada malam peungundian hadiah Simpedes BRI di Taman Matana Sorumba, Kecamatan Mawasangka, Sabtu malam (23/9) lalu. “Pengaspalan jalan poros Lombe-Tolandona saya akan tuntaskan 2018 dengan aspal yang lebih bagus yaitu Hotmix,” katanya saat itu.

Menurutnya, untuk memperlancar perputaran ekonomi di Kabupaten Buteng agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki infrastruktur jalannya dengan pengaspalan yang baik.

“Makanya, tahun pertama saya jadi bupati yang saya kejar itu adalah pengaspalan jalan untuk memperlancar perputaran ekonomi dalam mensejahterahkan masyarakat Buton Tengah,” tandasnya.

Bupati pertama pilihan rakyat Buteng ini menyadari, dirinya telah diberi kepercayaan masyarakat Buteng untuk menjadi bupati. Dengan amanah itu, dia bertekad untuk bekerja keras sesuai janjinya kepada masyarakat dan daerah yang harus dipertanggungjawabkannya dunia akhirat.

“Saya ini dipilih oleh rakyat, bekerja untuk rakyat, dan tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan rakyat yang harus saya pertanggungjawabkan di akhirat. Sehingga saya tidak pandang panas, kehujanan atau bekerja hingga tengah malam untuk mengawasi pengaspalan jalan,” pungkasnya. (uzi)

 

 

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker