Buteng

47 ASN Buteng Jalani Tes Makalah dan Wawancara Seleksi JPTP

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Sebanyak 47 Aparatur Sipil Negara (ASN) menjalani tes makalah dan wawancara seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) di aula SMPN 1 Lakudo, Rabu (6/12).

Dari 47 ASN tersebut, tiga diantaranya berasal dari luar Kabupaten Buteng, yakni dua orang dari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan satu lainnya dari Kabupaten Buton Selatan (Busel). Sebelumnya tercacat ada 10 orang dari luar daerah, yakni satu dari Kabupaten Buton Utara (Butur), dua dari Busel, tiga dari Buton, dan tiga lainnya dari Provinsi Sultra.

Namun, tujuh diantaranya dinyatakan tidak lolos dalam pengumuman seleksi administrasi 5 Desember kemarin. Sementara empat ASN dari lingkup Pemkab Buteng sendiri bernasib sama dengan tujuh ASN dari luar daerah tersebut dan tidak bisa lanjut pada tahapan seleksi tes penulisan makalah dan wawancara.

Dalam tahapan seleksi tes makalah dan wawancara hingga tes tertulis nanti, pihak panitia seleksi (Pansel) mendatangkan tiga Assesor atau penguju dari Universitas Haluoleo (UHO). Mereka adalah Dr La Sensu SH MH (Ketua), Dr Abdul Halim Momo MSi, dan Dr Djafar Mei SP MSi. Ketiganya telah mendapat sertifikat kompeten sebagai Assesor yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP).

Ketua Assesor seleksi terbuka JPTP Dr La Sensu SH MH mengatakan, dalam proses seleksi setiap peserta atau calon Kadis diarahkan untuk memilih satu sampai dua SKPD yang akan diuji kelayakan dan kompetensinya dalam memimpin SKPD pilihannya tersebut nantinya.

“Kita akan lihat masing-masing peserta atau dengan beberapa rangkaian tes apakah dia layak atau tidak memimpin SKPD yang dipilihnya tersebut. Dia harus totalitas menguasai tupoksinya sesuai dinas yang dipilihnya,” terangnya.

Peserta atau calon Kadis juga akan dilihat kemampuannya membangun komunikasi, baik antara sesama kepala dinas, atasannya maupun bawahan atau stafnya. Kemampuan komunikasi ini akan mencerminkan gaya kepemimpinan seorang peserta dalam mengatur dan mengelola dinas yang dipercayakannya.

“Kita juga akan melihat para calon Kadis itu setidak-tidaknya menguasai teknologi. Jangan sampai ada Kadis yang tidak tahu buka laptop dan mengoperasikannya. Karena tuntutan zaman hari ini bagaimana seorang kadis menguasai teknologi sesuai tupoksinya,” terangnya.

Selain itu, assesor juga akan menilai kemampuan calon Kadis memanajemen kegiatan-kegiatan yang sudah diprogramkan. Apakah dia mampu melaksanakan seluruh program tersebut atau tidak. Jika tidak, apa hambatan dan masalahnya dalam program tersebut.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker