Buteng

Abrasi Pantai Buteng Mulai Memprihatinkan

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Maraknya penambangan pasir yang dilakukan penambang liar selama ini mengakibatkan sejumlah pesisir pantai di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) terancam mengalami abrasi. Sebut saja pantai di Kelurahan Lakudo, Desa Balobone dan Desa Kanapa-napa, Kecamatan Mawasangka yang pasirnya sudah habis hingga radius 100 meter dari bibir pantai.

Kondisi itu membuat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buteng, H La Alimudin SE MSi segera melakukan langkah-langkah pencegahan dengan menutup lokasi tambang pasir tersebut. “Kita langsung melakukan penertiban dan menutup tempat-tempat tersebut dari aksi penambangan liar,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Untuk mempertegas langkah tersebut, pihaknya juga langsung menerbitkan surat pelarangan melakukan penambangan pasir tanpa izin beserta sanksinya supaya digunakan pemerintah setempat untuk menjerat para penambang liar. “Kita juga tetap akan melakukan pengawasan rutin sebagai badan yang berwenang,” tukasnya.

Ditanya seberat apa sanksi yang akan diterapkan nanti bila ada yang kedapatan atau tertangkap melakukan penambangan liar, mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Buton ini menegaskan akan menjeratnya dengan undang-undang pengrusakan lingkungan. Tapi, sebelum itu pihaknya akan memberikan teguran dan pembinaan terlebih dahulu. “Bila masih kedapatan melakukan hal yang sama, maka kita akan berikan sanksi administrasi,” tegasnya.

Alimudin menambahkan, pihaknya secara tegas melarang penambangan pasir di Desa Balobone dan Desa Kanapa-napa karena merupakan kawasan obyek wisata yang harus dipelihara keaslian lingkungannya. “Terkait penertiban dan surat pelarangan tersebut, kami sudah sosialisasikan dengan masyarakat di balai pertemuan Kecamatan Mawasangka,” bebernya.

Sementara di Kelurahan Lakudo, pihaknya meminta kepada kelurahan setempat nama-nama penambang yang sering melakukan aktivitas di pesisir seputar SMPN 1 Lakudo, kemudian akan disurati dan diundang untuk mengikuti rapat sosialisasi. “Kita akan surati dan undang mereka untuk mengikuti sosialisasi terkait dampak penambangan pasir liar ini, undang-undang dan izinnya, serta sanksi hukumnya,” tukasnya.

Menurut Alimudin, pengawasan penambangan pasir secara liar di Kabupaten Buteng bukan hanya semata-mata jadi tugas pihaknya saja, tetapi merupakan tugas dan tanggungjawab semua pihak untuk menjaga lingkungan masing-masing. Maka itu, dia meminta kerjasama masyarakat untuk melakukan pengawasan dan memberikan laporan kalau melihat ada penambang pasir liar di lingkungannya.

“Saya kira fungsi pengawasan itu berlaku bagi semua, bukan hanya pemerintah maupun aparat, tetapi masyarakat juga itu sendiri untuk menjaga kelestarian lingkungan yang ada,” imbuhnya. (uzi)

 

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker