Busel

Ada Dugaan Kecurangan Rekrutmen CPNS, DPRD Bakal Hearing Pemkab Busel

PUBLIKSATU.COM, BUTON SELATAN – DPRD Buton Selatan sudah menerima aduan masyarakat terkait dugaan kecurangan rekrutmen CPNS 2018. Dalam waktu dekat ini dewan akan menggelar rapat untuk mengusut persoalan itu.

Wakil Ketua DPRD Busel Aliadi mengatakan, sebagai fungsi pengawasan yang melekat pada lembaga DPRD akan bertindak menyikapi persoalan itu. Dewan akan segera mengagendakan rapat hearing bersama Pemkab untuk mengusut aduan dugaan kecurangan penerimaan CPNS 2018 di Busel yang diumumkan Jumat (4/1) lalu.

Kata Aliadi, DPRD tidak tinggal diam dengan persoalan ini, karena ini menyangkut hak dan masa depan warga. Ia berjanji secara lembaga DPRD Busel akan mengusut persoalan ini hingga keakar-akarnya. Apalagi data hasil nilai yang dimiliki calon peserta sangat meyakinkan.

“Kita akan bersikap dan bertindak sesuai fungsi kami, kami akan usut sampai keakar-akarnya, karena memang jika benar adanya data yang diadukan kepada kami ini, berarti ada dugaan KKN dalam rekrutmen CPNS 2018,” ujarnya melalui telefon selulernya kepada Publiksatu.com, Sabtu (5/1/2019) .

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibairkan berlarut-larut merugikan masyarakat. Jika terbukti persoalan ini berarti ada dugaan kesengajaan meloloskan peserta CPNS yang tidak benar. “Siapa otaknya dibalik dugaan kecurangan CPNS Busel 2018 ini, BKD juga tidak berani bertindak kalau tidak ada intruksi, otaknya siapa ini kami akan usut. Makanya BKD Busel harus dikonfrontir,” ujarnya.

Ia mengaku sudah ada sekitar 8-10 orang yang sudah mengadukan persoalan ini. Pihaknya akan mengkonfrontir persoalan ini sehingga ada kejelasan dugaan permainan rekrutmen CPNS 2018 di Busel. “Calon perserta ini mereka merasa dizolimi maka harus diusut tuntas ini,” katanya.

Jika terbukti dalam ivestigasi hasil nanti kata dia, DPRD akan mengusut dan merekomendasikan ke Kepollisian untuk memproses secara hukum, ke Ombusmand RI, ke BKN dan Ke Kementrian PAN dan RB agar ada penyelesaian.

“Kami akan rekomendasikan ke kepolsian untuk diusut karena ada dugaan tindak pidana dan perdata dalam kasus ini ada mal administrasi ada dugaan pemalsuan dokumen negara,” katanya.

Ia menambahkan, DPRD akan segera menindaklanjuti persoalan ini. DPRD akan segera membentuk tim untuk mengusut hingga tuntas agar ada transparansi dalam rekrutmen CPNS 2018. “Kami meminta kepada masyarakat untuk bersabar. DPRD akan bersikap kami akan memanggil BKD, Sekda dan Bupati untuk mempertanyakan persoalan ini,” tutupnya.

Seperti diketahui ada sejumlah nama yang memiliki nilai tertinggi dari tiga calon peserta CPNS namun yang diumumkan namanya dalam pengumuman CPNS 2018 justru nama yang rendah nilainya.(nun)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker