Buteng

Ada Proyek, Kontraktor Harus Izin Pemerintah Setempat

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Lagislator PAN asal Kecamatan Sangia Wambulu H Hasiri meminta kepada para Kepala SKPD yang mempunyai pekerjaan fisik di lapangan, agar mengingatkan rekanannya atau kontraktor untuk meminta izin kepada camat maupun kepala desa jika ada proyeknya masuk di pemerintahan setempat.

Hal ini dikemukakannya setelah mendapat keluhan dari para camat maupun kepala desa yang wilayahnya dimasuki proyek pekerjaan fisik. Rata-rata para kontraktor memasukan pekerjaannya begitu saja, demikian pula setelah selesai tanpa sepengetahuan pemerintah setempat.

“Jangan masuk tidak ditahu, pulang juga tidak ditahu. Giliran pekerjaannya ada masalah, yang direpotkan kemudian adalah camat dan kepala desa,” semprotnya saat rapat dengan para Kepala SKPD di kantor DPRD, beberapa waktu lalu.

Menurut pensiunan Polri ini, jika proyek pembangunan hanya masuk dan dikerjakan begitu saja kemudian misalnya melanggar hak-hak masyarakat setempat, maka bisa saja proyek tersebut dihentikan dan paling parah terjadi benturan fisik antara masyarakat dengan para pekerja proyek.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan tersebut, maka sebaiknya minta izin dulu sama aparat pemerintahan setempat. Sehingga menjadi tanggungjawab camat atau kepala desa untuk memberikan penjelasan kepada masyarakatnya mengenai manfaat proyek bersangkutan,” jelasnya.

Politisi PAN yang pernah menjadi Kapolsek di Kecamatan Sangia Wambulu ini mengingatkan, betapa pentingnya sebuah komunikasi dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Meskipun tindakan yang akan dilakukan itu tujuannya bagus, tapi karena tidak adanya komunikasi maka bisa saja akan terjadi kesalah pahaman.

Maka itu, kata dia, alangkah baiknya jika kontraktor berkoordinasi terlebih dahulu kepada aparat pemerintah desa atau kecamatan sebelum proyek pembangunan dimulai. Mungkin saja yang akan dibicarakan adalah mengenai perizinan proyek pembangunan tersebut atau proyeknya itu untuk apa nantinya, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan dan interpretasi di masyarakat. (uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker