Hukum

Adrianus Pattian, Terduga Pemerkosa Anak di Kendari Tertangkap

PUBLIKSATU.COM, KENDARI – Pelarian Adrianus Pattian, terduga pencabulan anak di bawah umur harus berakhir, Rabu (1/5). Sang predator anak itu harus masuk di masuk sel, setelah diringkus aparat di kolong rumah warga di Lorong Jati, Kendari.

Saat ditemui Dandim 1417/Kendari, Letkol Kapten Fajar Lutvi Haris Wijaya s mengatakan, setelah mendapat informasi, pihaknya menurunkan sebanyak 100 personil di hutan Nanga-nanga dan mengadakan pengepungan serta melakukan penyisiran hutan tersebut.

“Kemudian saya mendapat informasi dari Kapolres Kendari AKBP Jemi, bahwa ada penonjolan situasi di daerah Lorong Jati dan beberapa personil kepolisian sudah semua akses jalan. Seterusnya saya memerintahkan kepada Kapten Edi Kusuma segera ke lokasi dengan mempersiapkan sebanyak satu pleton (SST), yakni sebanyak 30 personil untuk menuju lokasi jika ada pergerkan lebih lanjut serta mengamankan situasi,” ulasnya.

Kemudian personil TNI di lapangan, lanjutnya, masuk di lokasi dan menyusuri Lorong Jati serta mendapatkan pelaku pencabulan itu di bawah kolong rumah warga. Dimana yang pertama kali menemukan pelaku tersebut adalah Sersan Arbayim dan Sersan Askari di bawah kolong tempat cucian dan sempat melakukan adu jotos.

“Saat ditemukan oleh Sersan Arbayim dan Sersan Askari di bawah kolong tempat cucian, pelaku (Adrianus) sempat melakukan perlawanan dan terjadi adu jotos sehingga salah satu anggota Bhabinsa kami terdapat luka di bagian bibir. Memang tadi situasi di lapangan massa sudah dalam keadaan brutal, namun pelaku kita sudah amankan serta menyerahkannya ke Dan Pom Kendari untuk diproses lebih lanjut,” jelasnya.

Karena itu, Fajar mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Ia pastikan, Adrianus yang diduga telah melakukan kejahatan sangat luar biasa itu pastinya akan dihukum seberat-beratnya.

Saat dikonfirmasi mengenai status Adrianus di TNI, Dandim menerangkan bahwa pelaku sebenarnya sudah dipecat sejak tanggal 29 April 2019. Dimana pada saat kejahatannya sejak Maret lalu tercium. Waktu itu Adrianus masih berstatus sebagai militer, sehingga pelaku akan dikenakan hukuman militer terlebih dahulu dan kemudian akan diserahkan kepada hukuman sipil sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saat ini untuk penyelidikan pelaku akan dilakukan di Dan POM Kendari dan untuk persoalan modus pelaku dalam melakukan kejahatannya nanti Dan POM yang melakukan penyelidikan. Sedangkan kewajiban moril kami sebagai prajurit teritorial adalah memberikan kenyamanan kepada masyarakat bahwa pelaku berhasil ditangkap dengan bantuan kepolisian dan seluruh jajarannya,” tandasnya.

Secara hukum, tambahnya, Adrianus saat melakukan aksi biadabnya terhadap enam orang anak di bawah umur, masih berstatus sebagai tentara karena surat pemecatannya tertanggal 29 April 2019.

“Namun jika ditinjau secara fisik Adrianus sudah tidak berada di Woroagi sejak satu tahun. Dalam artian Adrianus tidak lagi menjadi anggota Woroagi tetapi proses hukum akan terus berjalan dan tidak berlangsung dalam waktu yang singkat, tetapi pelaku tidak lagi selaku anggota TNI,” pungkasnya.

Terpisah, Kapenrem 143 HO, Mayor Arm Sumarsono membenarkan adanya penangkapan terhadap Adrianus Pattian, yakni pelaku pencabulan anak di bawah umur. Usai diamankan dan menjalani pemeriksaan di Kantor Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kendari, Adrianus langsung diterbangkan ke Makassar untuk menjalani sidang Mahkamah Militer.

“Ini adalah perintah langsung dari panglima, dimana pelaku akan dibawa ke Kodam Hasanuddin Makassar, hari ini juga,” ungkap, Kapenrem Mayor Arm Sumarsono kepada awak media.

Kata Sumarsono, pelaku dibawa ke Kodam Hasanuddin untuk tindak lanjut proses hukumnya, di mana sebelumnya pelaku diketahui melakukan pelanggaran militer meninggalkan tugas ketentaraan.

“Di sana akan diproses secara hukum terlebih dahulu, sebab dua tahun lalu sebelumnya sudah diproses sampai dia kabur, hingga jadi DPO (daftar pencarian orang),” ringkasnya. (m1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker