Busel

Agus Feisal Dituntut 10 Tahun Penjara

PUBLIKSATU.COM, KENDARI – Bupati Busel nonaktif, Agus Feisal Hidayat tertunduk lesu disela sidang di Pengadilan Tipikor Kendari, Rabu 9 Januari 2019. ia dituntut 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dalam penjelasannya, JPU KKP menyebut Agus terbukti menerima fee dari sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Busel tahun 2018. Jumlahnya mencapai Rp 578 juta. Fee itu berasal dari sejumlah pengusaha di Busel.

“Terdakwa (Agus Feisal Hidayat, red) terbukti menerima potongan uang jasa proyek dari Tony Kongres alias Acucu dan Kepala Suimon Liliong alias Ceng-ceng. Kedua kontraktor ini terbukti menyerahkan uang jasa kepada Agus Feisal Hidayat,” ungkap Eva Yustisiana, JPU KPK.

Eva menjelaskan, uang fee tersebut dimanfaatkan terdakwa untuk kepentingan politik. Yakni, membantu ayahnya, LM Sjafei Kahar yang kala itu maju sebagai Wakil Gubernur Sultra. “Selebihnya, uang itu juga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi terdakwa,” Jelas Eva.

Tak hanya itu, JPU juga membebankan uang pengganti sebesar Rp 500 juta, subsider hukuman dua tahun penjara. Seta dicabut hak politiknya selama lima tahun. Masih menurut Eva, dalam kasus ini pihaknya berhasil menyita uang dari Agus sebagai barang bukti. Jumlahnya mencapai Rp 205 juta dan Rp 256 juta di waktu berbeda.

Mendengar tuntutn JPU KPK, Agus mengaku keberatan. Bersama kuasa hukumnya, dia siap mengajukan pledoi (pembelaan) yang akan dibacakan dua pekan lagi.

Sayangnya, usai sidang, Agus yang mengenakan kemeja merah dan celana kain hitam langsung bergegas menuju kendaraan yang akan membawanya ke rutan dan enggan berkomentar kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim, Khusnul Khatimah mengatakan, Pledoi merupakan hak terdakwa. Kata dia, mereka diberi waktu dua pekan untuk menyusun pembelaan itu. “bisa diajukan secara lisan dan tertulis,” jelasnya. (kp)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker