Busel

Agus Feisal Divonis Delapan Tahun, Aliadi Sayangkan Ketidakhadiran Pejabat Busel

PUBLIKSATU.COM, BUTON SELATAN – Bupati Buton Selatan (Busel) nonaktif, Agus Feisal Hidayat, divonis delapan tahun penjara dan hak politiknya dicabut selama 2 tahun setelah menjalani hukuman.

Tidak hanya itu, Agus saapaan akrab Agus Feisal Hidayat juga didenda sebesar Rp 700 juta dan uang pengganti sebanyak Rp 372 juta.

Amar Putusan tersebut dibacakan Ketua Majelis Haki Tindak Pidana Korupsi, Khusnul Khotimah di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Kendari, Rabu (20/2).

Vonis hakim tersebut lebih ringan du tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dimana sebelumnya JPU menuntut Agus dengan 10 tahun penjara.

Tak ada pejabat Busel yang hadir dalam sidang putusan tersebut. Wakil Ketua DPRD Busel, Aliadi menyayangkan sikap pejabat Busel yang tak memberikan dukungan moril pada Agus.

Kata dia idealnya sebagai sahabat yang berjuang bersama-sama, pimpinan daerah tak pandang panas maupun hujan. Baik materi maupun non materi berjuang.

“Saya menyoroti Plt bupati dan para kepala OPD di Busel, mestinya memberikan suport secara moril saat fonis tadi. Tapi ini kok tidak ada yang datang biar satupun di pengadilan. Mereka sudah tahu putusan hari ini biarpun ada perjalanan dinas dimanapun harusnya menyisikan waktu untuk menghadiri sidang. Memberikan suport kepada Agus Feisal Hidayat. Ini kok tidak ada dimana mereka itu,” imbuhnya dengan nada kesal.

Seharusnya, kata dia, sebagai sahabat yang pernah sama-sama mesti hadir memberikan dukungan moril. Ini menandakan berarti tidak ada kesetiakawanan. Sabat sejati ada baik suka maupun duka. Bukan hanya pada saat senang bersama-sama. Namun saat susah pun mesti ada.

“Seharusnya diinstruksikan semua kepala OPD untuk datang memberikan dukungan moril. Jadi saya secara pribadi sahabat Agus dan sebagai anak daerah serta Wakil Ketua DPRD Busel menyayangkan ketidakhadiran pejabat Busel ini,” imbuhnya.

Menurutnya, meskipun para pejabat Busel berada di luar daerah, mestinya menyisihkan waktu sedikit untuk memberikan dukungan moril kepada Bupati Busel non aktif itu. “Ini patut kita pertanyakan,” katanya.

Lanjut dia soal putusan hukumnya itu kewenangan hakim. Namun secara moril mestinya pejabat Busel dan kepala OPD mesti memberikan dukungan moril hadir dalam persidangan.

Menurutnya, persahabatan dirinya dengan Agus Feisal hidayat saat mengurus pemekaran Buton Selatan. Baik suka hingga duka. Berlanjut saat Pilkada Busel. Dirinya dengan Agus Feisal memiliki prinsip yang sama untuk perjuangan pemekaran Buton Selatan.

Dimatanya, Agus Feisal sangat memberikan andil penting baik materi maupun moril untuk pemekaran Kabupaten Busel. (m1/aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker