Butur

Akhir Tahun, 39.361 Warga Lakukan Perekaman E-KTP

BUTONPOS.COM, BURANGA – Kesadaran mengurus identitas kependudukan untuk warga Kabupaten Buton Utara (Butur) sudah cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah persentase perekaman e-KTP yang sudah mendekati sempurna, dari total jumlah wajib KTP di Butur.

Kesadaran warga juga tak lepas dari peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Butur yang terus melakukan “jemput bola”, dengan menyasar seluruh pelosok desa-desa yang ada di daerah yang dinahkodai Abu Hasan tersebut.

Dari data Disdukcapil per Oktober 2017, jumlah penduduk di Butur mencapai 61.558 jiwa, dengan jumlah wajib KTP mencapai 42 ribu jiwa. Dari total jumlah wajib KTP, yang telah melakukan perekaman e-KTP berjumlah 39.361 jiwa, sedangkan yang belum berjumlah 2.639 jiwa.

“Total jumlah wajib KTP 42 ribu jiwa. Dan hingga saat ini, sudah melakukan perekaman mencapai 39.361 jiwa,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Butur, Hazaruddin di ruang kerjanya, Rabu (13/12).

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Butur Drs Muh Asri mengungkapkan wajib KTP elektronik yang belum melakukan perekaman data tersebut, orangnya belum tentu ada.

Hal itu menyusul dari hasil jemput bola ke desa-desa yang dilakukan Dukcapil Butur, hasilnya dari sisa tersebut tidak ditemukan.

Kemungkinan besar, lanjut dia, data yang dikirim oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) banyak berbagai kemungkinan, yang juga dimungkinkan masih memiliki data ganda.

“Pas kami kroscek kebenarannya di lapangan, sisa yang belum lakukan perekaman banyak ditemukan data ganda, ada yang sudah meninggal dunia, sedang berada di luar negeri dan berada di luar daerah dan tidak kembali ke Butur,” ungkap Asri melalui sambungan teleponnya, Rabu (13/12).

Ia menambahkan, untuk terus mengoptimalkan pelayanan e-KTP, pihak Disdukcapil melaksanakan pelayanan perekaman dengan pola jemput bola ke kantor kelurahan dan desa. Namun, kata dia, proses pelayanan ini diprioritaskan untuk para wajib e-KTP pemula. Dengan kata lain, yang belum pernah memiliki e-KTP.

“Saat ini kita fokus pada masyarakat yang telah masuk di umur 17 tahun,” tandasnya.

Hazaruddin menambahkan, untuk blanko perekaman e-KTP saat ini, diprioritaskan bagi warga yang telah melakukan perekaman pada tahun 2016 lalu. Sementara bagi warga yang melakukan perekaman di tahun 2017, kemungkinan besar pada tahun 2018.

“Tinggal tunggu saja dari kementerian, berapa banyak blanko yang akan diberikan di tahun 2018 nanti,” pungkasnya.(m7)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker