Buton

Alasan Anggaran Minim, Tenaga Magang di Buton Kerja Tanpa Gaji

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton belum mampu memberdayakan tenaga magang. Minimnya anggaran menjadi sebab utamanya. Namun sulitnya lapangan kerja membuat para sarjana tetap memilih instansi pemerintahan sebagai tempat mengabdi, walaupun konsekuensinya tak digaji.

Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Buton mencatat, tenaga magang yang bekerja tanpa digaji itu lebih kurang sebanyak 450 orang. Mereka sekarang mengabdi di berbagai instansi Pemkab Buton.

“Mereka itu tidak digaji satu persenpun karena memang tidak ada anggarannya. Kita terima mereka hanya dengan kontrak persetujuan magang saja,” ucap Kepala BKPPD Kabupaten Buton, Zanuria, ketika ditemui di Kantor Bupati Buton, Senin (4/12).

Dia mengungkapkan, jumlah tenaga magang akan terus bertambah banyak jika pihaknya tidak menyeleksi permohonan magang. Hal ini cukup membuat dilematis. Sebab, rasa manusiawi tidak tega melihat mereka kerja tanpa gaji, namun disisi lain harus diakui juga bahwa mencari kerja sekarang memang sulit. Zanuari hanya berharap semoga ke depan ada penerimaan CPNS.

Selain tenaga magang di instansi pemerintahan, Zanuria juga menyebut ada 560 lebih guru tidak tetap (GTT) di sekolah-sekolah. Kondisinya juga hampir sama, tapi GTT mendapat sedikit sentuhan dari pemerintah namun jumlahnya tidak banyak.

Dia menambahkan, PNS Pemkab Buton sekarang tinggal sebanyak 2.960 orang. Jumlah ini berkurang hampir 4000 dari jumlah tahun 2013 sebanyak 6.993 orang sebelum Buton Tengah dan Buton Selatan mekar.

Jumlah PNS yang ada ini tergolong kurang sehingga butuh penambahan. Hanya saja, Zanuria belum merinci jumlah PNS yang dibutuhkan.

“Pastinya kita belum hitung, tapi mudah-mudahan saja ke depan ada penerimaan CPNS untuk Kabupaten Buton,” tandasnya. (man)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker