Muna

Anggaran Pengembangan Wisata Muna Cuma Rp 3,5 Miliar

BUTONPOS.COM, MUNA – Pemkab Muna begitu getol mengembangkan dan mempromosikan sektor pariwisatanya. Terlebih hal ini didorong oleh pimpinan daerah, LM Rusman Emba. Bahkan orang nomor satu di Muna itu tak lekang mempromosikan pariwisata daerahnya kepada pemerintah pusat agar bisa mendapatkan dukungan anggaran yang lebih besar.

Dikutip dari kendaripos.co.id, kepala Dinas Pariwisata Muna, Dahlan Kalega sempat mengaku, pemerintah kabupaten (Pemkab) akan mendapat anggaran pengembangan pariwisata sebesar Rp 110 miliar pada tahun 2018 mendatang. Pernyataan tersebut dilontarkan saat Dahlan kembali dari Bandung, Jawa Barat usai pertemuan tentang dana alokasi khusus (DAK) pengembangan destinasi wisata di Muna. Ternyata, proyeksi anggaran sebesar itu, tidak terelisasi.

Belakangan diketahui dalam pembahasan draf anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2018. “Anggaran itu tidak benar. Saat itu, dia (Dahlan) melapor ke bupati, anggaran DAK pariwisata Rp 110 miliar,” ungkap Kepala Bappeda Muna, La Mahi saat ditemui di gedung DPRD, akhir pekan lalu.

Makanya, hal itu dinilai sebagai propaganda Dahlan Kalega saja. Nyatanya, kata La Mahi, anggaran yang ada hanya Rp 1,8 miliar saja dan telah masuk dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Dinas Pariwisata.

“Kalau totalnya dengan APBD hanya sebesar Rp 3,5 miliar. Itu untuk pengembangan di Meleura, Towea, Napabale dan Liang Kabori. Maret baru bisa jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Muna, Dahlan Kalega yang hendak dikonfirmasi terkait anggaran Rp 110 miliar belum bisa memberikan tanggapannya. “Nanti datang di kantor baru saya jelaskan. Hari Selasa, baru datang,” katanya sambil memutuskan sambungan teleponnya.

Bupati Muna, LM Rusman Emba melalui Kabaghumas, Amiruddin Ako hanya berbicara diplomatis saja. Soal anggaran Rp 110 miliar itu memang tidak ada. Artinya, DAK pariwisata di Muna tersebut untuk presentasi pihak daerah untuk diusulkan ke pemerintah pusat. Dan yang terealisasi hanya Rp 1,8 miliar.

“Tapi kan potensi pariwisata kita baru merangkak. Sehingga perhatian pemerintah pusat belum besar. Ini merupakan tantangan Kadis Pariwisata untuk memancing kucuran dana pusat ke daerah,” argumentasi Amiruddin. (kp)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker