Busel

Anggota DPRD Busel Jaring Aspirasi Warga

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Sebagai fungsi dan tanggung jawab terhadap warga yang diwakili, Anggota DPRD Busel kembali menggelar reses untuk menjaring aspirasi masyarakat. Usulan-usulan itu nantinya akan diperjuangkan untuk dianggarkan dan direalisasikan oleh Pemkab Busel.

Reses ini digelar di masing-masing kecamatan, desa/kelurahan Dapil Anggota DPRD. Seperti reses di Kecamatan Siompu, dipimpin Wakil Ketua Pomili Womal, didampingi La Witiri dan La Hijira. Kunjungan reses mereka dipusatkan di Baruga Binawakili, dan dihadiri perwakilan masyarakat 10 desa se-Kecamatan Siompu. Turut hadir para kepala desa dan perangkat, para kepala sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA/SMK sederajat.

Wakil Ketua DPRD Busel, Pomili Womal menegaskan, pembangunan di Kecamatan Siompu sudah berjalan maksimal dan bahkan cukup padat. Ini berkat kebersamaan masyarakat dalam mengawal setiap program pembangunan yang diusulkan masyarakat melalui Musrembang dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten dan dikawal anggota dewan secara baik.

Reses seperti ini kata dia, merupakan amanat undang-undang, bahwa setiap masa sidang selalu ada reses. Tujuannya adalah untuk silturahmi dan tatap muka dengan msyarakat yang merupakan konstituen (yang memilihnya) selaku perwakilannya di DPRD.

La Hijira yang juga Ketua Komisi I DPRD Busel membidangi pemerintahan menghimbau para kepala satuan pendidikan agar tetap konsentrasi mengajar. “Mutasi para kepala sekolah jangan dianggap sebagai hukuman, tapi hal wajar dalam sebuah institusi pendidikan. Jabatan kepala sekolah bukan jabatan seumur hidup, setiap saat dan waktu pasti ada rotasi atau penyegaran,” imbuhnya.

Sementara La Witiri, Ketua Badan Baleg DPRD Busel mengatakan, pemilihan kepala desa serentak 5December 2017 ini, keamanan harus tetap kondusif. “Jangan karena beda pilihan hingga memunculkan konflik dan memunculkan terganggunya keamanan di desa,” kata Witir, panggilan akrab La Witiri,

Menurut Witir, pembangunan di pulau terkenal penghasil jeruk siompu ini sudah cukup padat. “Ini buah dari pemekaran wilayah, jalan di Siompu sudah hampir melingkar, karena tersisa 1 kilometer yang belum teraspal, yakni antarad Desa Karae dan Lapara belum diaspal. “Insya Allah dalam tahun ini juga akan segera diaspal,” jelas mantan Wartawan itu.

Saat pertemuan itu, turut hadir Kapolsek Siompu dan Siompu Barat, tokoh adat, tokoh agama dan para kepala satuan pendidikan, serta kesehatan. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker