Busel

ASN Busel Diminta Lebih Kreatif dan Inovatif

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Isu pelantikan dan perombakan jabatan di jajaran pemerintah Busel masih adem ayem. Namun tampaknya keseriusan kinerja para ASN patut dikhawatirkan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Busel, La Amiri menyatakan, jabatan adalah sebuah amanah. Karena itu ia meminta kepada seluruh ASN Busel tetap untuk fokus bekerja secara profesional sesuai Tupoksi.

Kata dia, ASN tak perlu galau terkait isu pelantikan pejabat khususnya eselon IV, III dan II yang saat ini belum diketahui waktunya. Sebagai pegawai harus tetap fokus bekerja secara profesional, meningkatkan etos kerja dan tak perlu berlebihan menanggapi isu-isu pelantikan.

ASN juga harus fokus bekerja pada amanah yang telah diberikannya dengan tetap loyal, konsisten dan mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Tidak perlu galau, kita berharap ASN seluruh Busel untuk fokus bekerja menjalankan program bapak bupati dan wakil bupati Busel, kemudian fokus menyusun program tiap SKPD untuk tahun 2018. Karena jabatan itu amanah kapan saja bisa diambil kembali,” ujarnya kepada Buton Pos beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, ASN Busel tak perlu lagi berfikir sederhana. Mestinya fokus bekerja profesional, meningkatkan kualitas kerja, kerja inovatif memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat. Sebab, ASN itu adalah mesin penggerak program Pemkab Busel di tiap SKPD.

“Sejauh ini belum ada pelantikan lagi, baru pelantikan kepala sekolah SMP, SD dan TK, untuk SKPD kita masih fokus untuk penyusunan program kerja untuk tahun 2018,” ujanya.

Amiri berharap seluruh pegawai untuk tetap disiplin fokus bekerja menjalankan program dan merencanakan program strategis di SKPD masing-masing. Sehingga capaian program kerja masing-masing SKPD dapat di jalankan ASN secara maskimal sesuai target. Sebab, jika dipahami ASN adalah mesin birokrasi di SKPD yang akan membantu dan mensukseskan jalanya roda pemerintahan

Namun demikian, diakui jika tak terbayang-bayang isu pergantian kabinet mesti bekerja profesional, konsisten dan loyal. Selain itu juga tak ikut terlibat praktek politik praktis. Diharapkan juga pengambil kebijakan lebih berpikir positif dan dewasa dalam berpolitik dan komprehensif untuk kemajuan daerah bergerak lebih cepat. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker