Baubau

ASN Terjerat Narkoba, Sekda Baubau: Jika Ada, Kita Tindaki

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Sekretaris Daerah Kota Baubau, Roni Muhtar menegaskan, jika ada Aparatul Sipil Negara (ASN) lingkup Kota Baubau yang terjerat kasus Narkoba akan diberikan sanksi.

Hal tersebut disampaikan Jendaral PNS Kota Baubau itu pada koran ini saat menanggapi isu dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Baubau bahwa ada sejumlah ASN di Kota Baubau yang turut terlibat kasus Narkoba.

“Sampai sekarang saya belum mendapatkan laporannya, mudah-mudahan tidak ada. Tapi jika demikian kan sudah memiliki aturannya untuk itu,” jelas Roni di Setda Baubau, Senin (20/5).

Selain hukuman pidana, tentu saja, lanjut Roni, pihaknya akan melakukan hukuman sesuai mekanisme yang berlaku. Salah satunya adalah teguran keras.

Sementara itu, sebagaimana diberitakan di sejumlah media, Kepala BNN Baubau, Alamsyah, mengaku telah mengantongi nama-nama ASN lingkup Kota Baubau yang diduga terlibat Narkoba.

Kata dia, saat ini, beberapa nama itu tengah diselidiki. “Kalau menurut laporan dari Kasi Pemberantasan kami, ada ASN (terlibat narkoba). Nama-namanya malah sudah masuk ke kami,” kata Kepala BNNK Baubau, Alamsyah kepada awak media belum lama ini.

Ia mengaku nama-nama ASN yang masuk sudah lebih dari tiga orang. Pun demikian, nama-nama ini masih dirahasiakan.

“Intinya ada, belum bisa kita sebutkan karena masih sementara dalam penyelidikan. Tapi ini sudah menjadi target dari Kasi Pemberantasan kami,” katanya.

Alamsyah mengaku penyelidikan kepada ASN yang terlibat Narkoba sebenarnya sebagai bentuk pengawasan. Aparat pemerintah diharap bersih dari peredaran maupun penggunaan Narkoba jenis apapun.

“Tujuannya sich mengembalikan nama baik ASN. Bagaimanapun ASN itu adalah abdi masyarakat, panutan masyarakat, jadi tidak sepantasnya ikut terlibat dengan Narkoba. Selain itu juga pengawasan untuk ASN ini menjadi contoh untuk masyarakat kita,” katanya. (p10/ks)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker