Hukum

Ayah Tiri Setubuhi Anak Dibawah Umur Jadi DPO

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Setelah melarikan diri, tersangka RH (45) yang diduga tega menyetubuhi anak tirinya masih di bawah umur hingga hamil, di Kelurahan Mawasangka, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) kini menjadi buronan alias masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Baubau.

“Terkait kasus persetubuhan anak di bawah umur, untuk tersangkanya saat ini kita sudah terbitkan DPO. Tersangka sendiri akan kita terbitkan foto, ciri-cirinya ke semua Polsek dan di Polda Sultra untuk disebarkan ke Polres-Polres yang lain,” ungkap Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam SIK ditemui rekan media usai menghadiri Muscab Perbakin di salah satu hotel di Baubau, Senin (4/12).

Untuk korban sendiri, kata Kapolres, sedang dilakukan Trauma Healing, yakni suatu kegiatan untuk mengembalikan kondisi psikologis korban yang ditangani Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Dengan Trauma Healing ini kita harapkan efek trauma korban paling tidak agak sedikit berkurang,” tukasnya.

Terkait kondisi korban yang sudah hamil, pihaknya akan menjadikannya sebagai pertimbangan penerapan unsur pasal kepada tersangka bila sudah tertangkap nanti.

Sebelumnya, Bob yang merupakan paman korban (15) kepada Buton Pos menuturkan, tersangka RH telah menyetubuhi anak tirinya yang masih di bawah umur berulang kali hingga hamil. Mengetahui tanda-tanda kehamilan anak tirinya tersebut, RH kemudian memaksanya untuk pergi merantau.

Mendapat paksaan yang tak sesuai keinginannya dan hanya merupakan akal-akalan saja dari Ayah tirinya, korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA itu bersikeras tak mau meninggalkan kampung halamannya. Terpaksa, dia menceritakan kelakuan Ayah tirinya terhadap dirinya kepada ibunya dan keluarganya.

“Kami sudah laporkan kejadian ini kepada Polsek Mawasangka sejak 30 November lalu, tapi pelaku tak ditahan dengan alasan belum cukup bukti kuat. Padahal, kami sudah perdengarkan rekaman pengakuan korban sudah disetubuhi ayah tirinya. Setelah penahanannya memenuhi unsur, pelaku sudah melarikan diri, baru pihak Polsek menyesal,” ungkap Bob yang merupakan paman korban saat menghubungi Buton Pos, Minggu (3/12).

Dari penuturan korban, kata Bob, RH menyetubuhi anak tirinya tersebut sejak Agustus lalu dan sudah berlangsung selama empat bulan. RH selalu memanfaatkan kesempatan ketika istrinya sedang sibuk mengajar atau rumah sepi dan memaksa korban untuk melayani syahwatnya.

“Pengakuan korban sudah empat kali dipaksa ayah tirinya untuk berhubungan badan sejak Agustus lalu. Setelah dirinya diketahui hamil, dia dipaksa untuk merantau dan berangkat bersama salah satu pemuda di kampung untuk berangkat ke Surabaya,” beber Bob.

Meskipun diberi ongkos, lanjut Bob, si pemuda tidak mau. Apalagi diminta untuk mengawini korban yang merupakan teman baiknya di Surabaya nanti. Sehingga mendatangkan kecurigaan kepada ayah korban, ditambah lagi setelah mengetahui pengakuan korban sendiri yang dipaksa dan diancam ayah tirinya untuk merantau.

“Indikasi yang menguatkan kecurigaan keluarga, istrinya sendiri pun dilarang keluar rumah dan berhubungan dengan saudara-saudaranya yang lain. Bahkan, istrinya tersebut dilarang lagi untuk mengajar. HP-nya pun untuk berkomunikasi dengan otang lain sudah disita,” bebernya.

Kapolsek Mawasangka Iptu Panawi yang dikonfimasi melalui telepon selullernya membenarkan adanya laporan dugaan persetubuhan yang dilakukan RH terhadap anak tirinya tersebut. “Saya masih berada di Wamengkoli ini, kecuali nanti di kantor baru saya bisa sebutkan tanggal dan nomor laporannya,” singkatnya. (uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker