Buton

Bakar Rumah Orang Tuanya, Pria di Buton Diamankan Polisi

PUBLIKSATU.COM, BUTON-Kepolisian Resort Buton berhasil mengamankan pria berinisial LS (37), terduga pelaku tindak pidana pembakaran rumah dan sepeda motor yang meresahkan warga di Dusun Walompo dua, Desa Walompo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Selasa- Sabtu (16-20/7 2019) lalu.

Terduga LS diamankan Polres Buton usai membakar rumah milik La Pokau (79) pada Sabtu 20 Juli 2019 lalu, dimana korban tidak lain merupakan orang tua kandung pelaku sendiri.

LS juga diduga melakukan pembakaran rumah milik La Sambia (47) pada Selasa 16 Juli 2019 lalu sekitar pukul 24.00 Wita serta membakar satu unit sepeda motor milik Wa Ndori (42) pada Rabu, 17 Juli sekitar pukul 02.30 Wita yang tidak lain merupakan kakak kandung pelaku sendiri.

Kapolres Buton AKBP Andi Herman Sik menyebutkan LS melakukan aksinya karena menyimpan rasa dendam dan sakit hati serta jengkel kepada para korban.

“Modus operandi pelaku LS menyimpan rasa dendam dan sakit hati serta jengkel kepada korban La Sambia yang sebenarnya kakak kandung pelaku sendiri. Kemudian Wa Ndori kakak Kandungnya juga, Kemudian La Pokou adalah orang tua kandungnya,” ujar dia kepada sejumlah wartwan di Mapolres Buton, Senin (22/7/2019).

Tidak hanya itu, Andi Herman menjelaskan dendam LS muncul bermula saat itu 2007 lalu para korban pernah menyetujui pembelian satu unit rumah, milik perempuan Wa Dila yang merupakan adik kandung daripada pelaku. Dimana rumah tersebut merupakan tempat tinggal LS saat itu.

Namun pada 2016 lalu, La Kuaria suami Wa Dila yang merupakan iparnya palaku ingin mengambil kembali rumah tersebut dan mengembalikan harga rumah sebanyak Rp 8.500.000.

Kata dia, LS mempertanyakan kembali pendapat daripada korban yakni orang tua dan saudara pelaku. Namun LS tidak mendapatkan dukungan.

“Sehingga LS menyimpan rasa dendam dan sakit hati dan melakukan pembakaran-pembakaran di rumah La Sambia, kemudian motor Wa Ndori, kemudian rumah La Pokau,” ujarnya.

Andi Herman menceritakan kronologis rentetan kejadian itu bermula pada Selasa, 16 Juli 2019 sekitar pukul 24.00 Wita lalu.

Kata dia, kala itu LS mengambil minyak tanah yang diisi di dalam botol plastik di rumahnya dan berjalan menuju ke rumah La Sambia yang jaraknya sekitar 5 meter dari rumah pelaku.

Sesampainya, LS menarik kain horden jendela dan menyiramkan minyak tanah dan dibakarnya menggunakan korek api. Usai itu, Pelaku berlari menuju kediamannya dan berpura-pura tidur.

Selain itu, Andi Herman menjelaskan pada Rabu, 17 Juli 2019 sekitar pukul 02.30 Wita, LS kembali beraksi, Pelaku menuju ke rumah Wa Ndori.

LS kemudian melihat sepeda motor di kolong rumah Wa Ndori, ia lantas menyiramkan minyak tanah dan membakarnya dengan menggunakan korek api.

Tak puas dengan itu, Sabtu 20 Juli 2019 sekitar pukul 18.30 Wita. LS juga membakar bagian dapur rumah La Pokau. Usai melakukan pembakaran, LS berlari mencari bantuan.

“Letak Rumah ini ada di samping rumahnya sendiri. Jadi melalui lewat belakang rumah, melalui dapur dengan membawa jerigen berisi bensin dan kemudian menyiram dengan bensin pada bagian dapur. Dapur disiram bensin kemudian menyalakan korek api sehingga rumah La Pokau terbakar. LS lari menuju ke Jalan meminta bantuan memadamkan api seolah-olah bukan dirinya yang melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Guna penyelidikan, LS dibawa ke Mapolres Buton untuk di mintai keterangan sabagai saksi. Pasalnya ia merupakan orang pertama yang melihat insiden itu.

“Sehingga saat itu LS langsung dibawa ke Polres guna dilakukan pemeriksaan dimintai keterangan. Karena yang bersangkutan yang melihat api pertama,”ujarnya.

Dari pemeriksaan itu, LS ternyata merupakan dalang dari insiden yang meresahkan warga di Desa itu.

“Adapun tindakan yang dilakukan untuk menangkap pelaku dalam waktu tidak cukup satu kali 24 jam kemudian membuat laporan polisi melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tersangka dan mencari barang bukti,” ujarnya.

Atas perbuatannya, LS telah melangar pasal 187 ke-1 E KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. (Mo1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker