Butur

Baru 46 Desa di Butur Ajukan Pencairan Dana Desa

BUTONPOS.COM, BURANGA – Sebanyak 46 desa dari 178 desa di Kabupaten Buton Utara (Butur), mulai mengajukan pencairan dana desa tahap kedua. Hal itu menyusul adanya transfer dari pemerintah pusat ke kas daerah.

“Dana desa dari pemerintah pusat memang sudah ditransfer ke kas daerah, sehingga pemerintah desa bisa mengajukan pencairan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) La Ode M Syafri melalui Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Roman diruang kerjanya, Selasa (12/12).

Hingga saat ini, lanjut dia, sudah ada 46 desa yang mengajukan berkas persyaratan ke DPMD Butur. Setelah diverifikasi kelengkapan administrasinya, kata dia, berkas persyaratan yang dinyatakan lengkap dan tidak ada koreksi selanjutnya diajukan ke Badan Keuangan Daerah (BKD).

“Jika tidak ada koreksi, tentunya pemerintah desa yang berkasnya dinyatakan lengkap bisa mencairkan dana desanya,” ujarnya.

Ia berharap, desa yang sudah lebih dahulu mencairkan dana desa bisa segera memanfaatkannya untuk mendukung program kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya.

Dengan sisa waktu yang ada, dia berharap, masing-masing pemerintah desa bisa memaksimalkannya, sehingga dana desa bisa terserap maksimal.

“Kami menargetkan, semua desa di Butur bisa mencairkan dana desa maksimal pekan ini, karena waktunya sudah mepet dengan batas akhir tahun anggaran,” ujarnya.

“Untuk yang belum, agar sesegera mungkin melengkapi apa yang menjadi kebutuhan proses pencairan dana desa, seperti laporan pertanggungjawaban tahap I dan APBDesnya,” tambah Ramon.

Ia juga minta kepada desa yang telah menerima dana desa dan memanfaatkan untuk berbagai kegiatan, agar secepatnya lagi membuat proses laporan pertanggungjawaban, untuk menghadapi realisasi pencairan dana desa tahap satu tahun 2018.

“Ini kan Desember, siapa tau di bulan Februari atau Maret 2018, sudah cair lagi dana desa tahap I. Kalau mereka masih tidur-tidur saja, ya maka terlambat lagi,” ungkapnya.

“Kenapa dilakukan secepatnya, agar reins waktu yang mereka gunakan panjang, sehingga dalam mengerjakan program-program yang telah mereka sepakati waktunya agak panjang,” ujarnya.(m7)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker