Buton

Batal Bangun Sejuta Rumah, PT Kosgoro Menyerah

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Setelah dibombardir dengan aturan lingkungan hidup, PT Kosgoro Solidaritas Internasional Cabang Baubau akhirnya menyerah. Rencana pembangunan sejuta rumah untuk PNS, TNI, Polri, dan masyarakat peserta BPJS di Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, akan dibatalkan sebagai solusi terakhir.

“Anda catat, di daerah itu berlubang dan berbukit. Jadi pembangunan rumah itu saya batalkan,” singkat Direktur PT Kosgoro Solidaritas Internasional Cabang Baubau, La Ode Ashari, ketika dihubungi, Selasa (19/12).

Pembatalan pembangunan sejuta rumah ini diduga bukan karena masalah lahan, melainkan ada regulasi wajib yang tidak mampu dipenuhi oleh PT Kosgoro. Regulasi itu berupa izin lingkungan yang selama ini dipersoalkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buton.

Kepala DLH Kabupaten Buton Edy Sunarno ketika mengetahui pembatalan ini menyikapinya dengan santai. Menurutnya, itu merupakan hak dari perusahaan. Pihaknya hanya mempertahankan tegaknya amanat aturan dan perundangan yang berlaku.

“Kalau mau batalkan, itu haknya perusahaan. Kami hanya menjalankan aturan,” kata Edy Sunarno ketika dikonfirmasi.

Dikatakan, tidak sedikitpun terlintas niat menghalangi PT Kosgoro untuk membangun. Pihaknya hanya menyarankan kelengkapan dokumen izin lingkungan yang salah satunya seperti rekomendasi kesesuaian lahan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tapi hingga kini tidak dipenuhi juga.

“Paling prinsipnya itu harus ada rekomendasi dari tata ruang mengenai kesesuain lahan, tapi itu tidak ada. Makanya izin lingkungan tidak kami berikan,” terangnya.

Kaitannya dengan itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buton, Muh Rajulan, ketika dikonfirmasih mengaku sejauh ini belum pernah mendapat permohonan permintaan rekomendasi tata ruang dari PT Kosgoro.

“Belum, selama ini saya tidak merasa menandatangani rekomendasi,” singkatnya. (man)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker