Muna

Bawaslu Mubar Endus Aliran Uang di Kampanye Ridwan Bae

PUBLIKSATU.COM, MUNA BARAT – Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ir. Ridwan Bae, melakukan kampanye terbatas di Desa Lailangga, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Minggu (3/2) lalu. Kampanye terbatas yang dilakukan Caleg Partai Golkar tersebut dihadiri ratusan orang.

Ridwan Bae memaparkan beberapa program kerja dihadapan masyarakat ketika kembali didaulat sebagai anggota parlemen. Bahkan ia mengaku, selama duduk sebagai wakil rakyat di Senayan sudah banyak berbuat untuk kepentingan masyarakat Sultra.

“Ada beberapa program yang saya tawarkan ketika duduk sebagai anggota DPR RI. Saya akan turunkan bantuan bedah rumah. Kebetulan saat ini saya masih berstatus sebagai anggota DPR RI di komisi V bagian anggaran yang membidangi masalah perumahan, jembatan dan irigasi. Jadi kalau yang berkaitan dengan itu, saya masih bisa bantu,” ungkapnya.

Sayangnya dipenghujung acara kampanyenya ada kegiatan transaksional berupa uang kepada masyarakat yang mengikuti kampanye. Kejadian itu tidak luput dari pantauan pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Wadaga.

Aksi transaksional duit di lokasi kampanye tersebut dibenarkan pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mubar. Koordinator Hukum dan Pelanggaran, Bawaslu Mubar, LM Yasri mengakui, bahwa anggota Panwascam Wadaga mendapati kegiatan transaksi uang di lokasi kampanye.

“Anggota Panwascam kami di Kecamatan Wadaga sudah memberikan laporan cepat terkait temuan bagi-bagi uang di lokasi kampanye Partai Golkar. Uang itu dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk amplop,” sebutnya.

Belum teridentifikasi secara jelas asal usul atau sumber aliran dana itu, apakah dari orang Golkar atau tidak. Hanya saja pastinya beredar uang di lokasi kampanye dalam bentuk pecahan Rp 50 ribu yang disimpan dalam amplop.

“Belum ada laporan secara formal dari Panwascam Wadaga. Tetapi sudah ada informasi awal yang disampaikan melalui WhatsApp (WA) group, terkait dugaan bagi-bagi uang,” ujarnya.

Pihak Bawaslu sekarang masih memberi waktu kepada anggota Panwascam Wadaga selama tujuh hari untuk menyampaikan laporan secara resmi. Hasil laporan Panwascam ini akan dibawa ke sentra Gakumdu untuk diproses lebih lanjut.

“Kita belum bisa simpulkan dari mana asal usul uang. Panwascam Wadaga, sekarang masih membuat laporan resmi. Tetapi mereka sudah mengantongi bukti-bukti kuat mengenai dugaan bagi-bagi uang,” katanya.

Yasri menjelaskan, di UU nomor 7 pasal 280 ayat 1 huruf J tahun 2017 tentang Pemilu, disebutkan bahwa pelaku atau tim kampanye dilarang memberikan atau menjanjikan uang atau materi lainnya, kepada peserta kampanye.

“Kalau itu dilakukan maka bagian dari tindak pidana pemilu. Sanksinya jelas pada pasal 521 UU nomor 7 tahun 2017 yakni pidana dan denda. Tetapi kita lihat juga unsur-unsurnya. Terkait kasus dugaan pelanggaran pemilu adanya bagi-bagi uang di lokasi kampanye di Kecamatan Wadaga, kita belum bisa simpulkan. Kami masih menunggu laporan dari Panwascam untuk ditelaah,” pungkasnya. (p5)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker