Buteng

Bekraf RI Bersama ITB Mulai Latih Pelaku Ekonomi Kreatif di Buteng

PUBLIKSATU.COM, BUTON TENGAH – Setelah melakukan survey, sosialisasi, dan perencanaan program creatif training and education (Create) 2019 terhadap para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pada tahap pertama 8-14 April lalu, saat ini Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf RI bersama mahasiswa pasca sarjana Institut Teknologi Bandung, Fakultas Desain dan Seni Rupa, mulai melakukan bimbingan teknik (Bimtek) dan pelatihan sebagai tahap kedua yang berlangsung 18-23 Mei 2019.

Dalam prototyping tahap kedua ini, Bekraf bersama ITB turut terlibat langsung dalam mengumpulkan bahan dan merancang atau mendesain karya seni dan keterampilan yang dibuat para pelaku ekonomi krearif di Kabupaten Buteng selama ini. Ada tiga yang menjadi sasaran mereka yakni keterampilan tenunan, anyaman, dan kemasan.

“Berdasarkan tiga sasaran itu, mahasiswa pasca sarjana ITB dari jurusan desainer dan seni rupa pada tahap protyping kedua ini berkolaborasi dengan masyarakat pengrajin tenun, anyaman, dan kemasan produk lokal Kabupaten Buteng untuk menciptakan sebuah karya seni yang punya nilai jual tinggi,” ungkap Staf Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan, Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif, Bekraf RI, Debora, ditemui di rumah salah satu pengrajin tenun Kelurahan Lakorua, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng), Sabtu (18/5/2019).

Menurut Debora, dengan kolaborasi karya seni dan keterampilan tenunan maupun anyaman masyarakat Kabupaten Buteng dengan ide kreatif dari mahasiswa pasca sarjana desain dan seni rupa ITB ini, dapat menciptakan dan menumbuhkan pemberdayaan masyarakat Buteng agar tercipta idenya dari karya dan produk yang dibuat selama ini. Hanya saja, khusus membuat kemasan untuk produk-produk lokal yang dihasilkan masih perlu banyak bimbingan agar menjadi paten dan tidak dicontoh atau ditiru maupun diklaim daerah lain.

Bekraf RI mulai latih pengrajin tenun di Buteng

“Kami melihat di pemerintahan Kabupaten Buteng ini cukup serius dalam mendorong pemberdayaan masyarakatnya yang bergerak di bidang ekonomi kreatrif, utamanya tenunan dan anyaman. Makanya, dengan keseriusan itu Bekraf menjadikannya salah satu lokasi untuk pelaksanaan program Create 2019,” pungkasnya.

Sementara itu, Mentor Mahasiswa Pasca Sarjana, Jurusan Desain dan Seni Rupa ITB, Trisa mengaku dari hasil-hasil tenunan maupun anyaman yang dibuat Kabupaten Buteng cukup unik dan sudah punya ciri khas tersendiri. “Seperti tenun, tidak banyak yang dirubah tinggal ditambahkan desain dan motif sedikit supaya terlihat indah dan punya daya tarik. Kalau ini digabungkan, saya yakin akan lebih laku lagi di pasaran,” timpalnya.

Kadis Pariwisata Kabupaten Buteng Safrin mengatakan, Pemkab Buteng berterima kasih kepada Bekraf RI dalam program Create 2019 menunjuk Kabupaten Buteng sebagai lokasi pembinaannya. Lokasi lainnya di Kabupaten Kerinci, Kota Pagar Alam, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Jepara.

“Kita berharap para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Buteng tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini dari Bekraf RI yang menggandeng langsung para desainer dari mahasiswa pasca sarjana ITB. Apalagi, mendatangkan desiner di daerah itu sangatlah tidak mudah,” tuturnya.

Untuk pembinaan dan pelatihan langsung mendesain tenun, pihaknya menggiring calon-calon designer dari ITB tersebut di Kecamatan Mawasangka dan Mawasangka Tengah (Masteng) sebanyak 10 desa. Setiap desa satu kelompok yang diberikan pelatihan. Sementara keterampilan anyaman, difokuskan di Desa Lakapera, Kecamatan Gu.

“Hasil tenunan yang lebih banyak diproduksi dan menonjol di Kabupaten Buteng ada di dua kecamatan itu (Maswangka dan Masteng, red). Sementara anyaman dari Desa Lakapera, yang bahannya dari lidi atau daun kelapa menghasilkan banyak karya seni,” bebernya.

Setelah tahap kedua ini, masih ada satu tahap lagi yang akan ditindaklanjuti Bekraf RI dalam program Create 2019 di Kabupaten Buteng. “Tahap ketiga nanti merupakan finalisasi dan kemasan dari pelatihan dan Bimtek yang dilakukan pada tahap kedua ini. Rencananya akan dilaksanakan pada Juli nanti,” tutupnya.(uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker