Busel

BKPSDM : Pengumuman CPNS Busel Sesuai Data BKN

PUBLIKSATU.COM, BUTON SELATAN – Penerimaan CPNS 2018 di Kabupaten Buton Selatan menuai polemik akibat dugaan kecurangan yang diresahkan peserta. BKPSDM Busel menepis sejumlah tudingan kecurangan CPNS. Juga memastikan pengumuman yang diterbitkan itu berdasarkan data resmi dari Panselnas.

Plt Kadis BKPSDM Busel La Ode Firman Hamza menepis sejumlah polemik tersebut, pengumuman yang diterbitkan BKPSDM Busel adalah murni dari data BKN pusat. BKPSDM tinggal menerima kemudian dibuatkan pengumuman. Tidak ada lagi perubahan ataupun pergeseran nama ataupun permainan. Semua sesuai data BKN dalam hal ini Panitia seleksi nasional (Panselnas).

Ia mengungkapkan, keresahan soal penggabungan nilai atau pengintegrasian nilai SKD dan SKB sepenuhnya menjadi ranah atau kewenangan panitia pusat. Secara teknis soal penggabungan nilai menjadi kewenangan Panselnas.

Lanjut dia, yang berhubungan dengan dokumen-dokumen yang diupload peserta pada saat mendaftar berkaitan tambahan nilai peserta sesuai Permenpan 61 tahun 2018. Didalamnya memuat mengakomodir terkait sertifikat pendidik (Serdik) untuk formasi guru dan dokumen daerah tertinggal itu termuat pada data yang diupload peserta saat mendaftar. Ini menjadi salah satu tambahan poin oleh Panselnas.

“Jadi jika dalam dokumen yang sudah diupload peserta saat mendaftar tidak benar seperti dokumen Sertifikat Pendidiknya dan dokumen penting lainnya sebagaimana dimaksud Permenpan 61 tahun 2018 bisa dianulir kelulusannya. Nanti akan ketahuan pada saat pemberkasan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, secara umum yang menjadi aspirasi peserta CPNS. Bagi BKPSDM Busel siap menampung seluruh aspirasi tersebut untuk ditindaklanjuti ke Panselnas sehingga ada solusinya. Karena soal penggabungan nilai semua peserta kewenangan dari Panselnas. Bukan kewenangan daerah.

“Karena muaranya bukan di BKPSDM Busel tapi di BKN,” tegasnya.

Firman memastikan dalam polemik ini pihaknya berupaya tidak ada yang dirugikan. Makanya pihaknya siap memfasilitasi soal polemik yang berkembang untuk ditindaklanjuti ke Panselnas.

Ia juga mengungkapkan soal penandatangan pengumuman itu tidak menjadi permasalahan baik ditandatangani pejabat pembina kepegawaian dalam hal ini Bupati ataupun Sekda.

Ia menegaskan, pengumuman yang diterbitkan BKPSDM Busel tidak ada perubahan. Semua sesuai dengan data yang ditetapkan BKN. Ia juga meyakini data yang diumumkan BKPSDM tidak ada perubahan nama satu pun sama semua isinya sesuai dengan data BKN.

“Yakin saja dan saya bisa pastikan 100 persen data yang diumumkan itu tidak ada perubahan semua sama dengan data dari BKN,” yakinya ketika dikonfirmasi pro kontra pengumuman CPNS Busel 2018.

Ia mengungkapkan jumlah yang lolos CPNS Busel sebanyak 410 orang dari kuota formasi 428 orang. Ada 18 kuota yang kosong. Ini memang kuota yang tidak ada pelamar ataupun tidak ada yang lulus.

Mantan Kasek SMAN 1 Kadatua ini menambahkan solusi dari polemik ini. Pihaknya akan menerima semua data yang dikomplen peserta untuk ditindaklanjuti ke Panselnas. Secara teknis penilaian bukan kewenangan daerah namun Panselnas.

BKPSDM juga kata dia memiliki data resmi pengumuman CPNS dari BKN.

“Semua keresahan peserta itu juga menjadi keresahan BKPSDM Busel. Artinya kami belum bisa menjangkau yang punya sertifikat pendidik itu siapa saja, yang punya dokumen pendukung siapa saja. Karena itu gawaian Panselnas. Mungkin akan ketahuan pada saat pemberkasan,” katanya.

Sesuai rencana Senin pekan ini syarat pemberkasan dengan menampilkan nilai beserta keterangannya akan diumumkan di BKPSDM Busel.(aga)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker