Busel

BOS Triwulan III di Busel Cair

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) triwulan III di Kabupaten Buton Selatan (Busel) kembali dicairkan. Total dana BOS tingkat SD sebanyak Rp 2.181.440.000 dan tingkat SMP Rp 1.075.600.000.

Kadis Pendidikan Busel, La Safilin melalui Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Suharudin Singka mengungkapkan, total jumlah SD di Busel sebanyak 68, SMP sebanyak 29.

Kata dia, ketentuan penerimaan dana BOS kepada sekolah ini tergantung jumlah siswanya. Dana BOS triwulan III telah cair sejak 17 November lalu. Pihak sekolah yang menerima langsung. Karena langsung masuk rekening sekolah.

Total siswa di 68 SD mencapai 13.634 orang dengan jumlah dana BOS triwulan tiga Rp 2.181.440.000. Tingkat SMP sebanyak 5.378 pelajar dari 29 dengan dana Rp 1.075.600.000.

“Dana BOS triwulan III yang baru terealisasi untuk tingkat SD sebanyak Rp 1.988.480.000 dan tingkat SMP Rp 973.800.000. Ada empat sekolah yang belum mencairkan dana BOS-nya. Tiga sekolah untuk tingkat SD dan satu sekolah tingkat SMP,” katanya ditemui rekan media.

Menurutnya, jika dibandingkan dana BOS tingkat SD dan SMP triwulan I, III dan IV lebih kecil ketimbang triwulan dua. Karena untuk pelajar tingkat SD triwulan I, III dan IV perhitungannya yang menerima dana BOS sebanyak Rp 160.000 dikali 40 persen persiswa dan pelajar tingkat SMP sebanyak Rp 200.000 dikali 40 persen persiswa.

“Sedangkan kalau untuk triwulan I, III, dan IV hanya dikali 20 persen, sehingga triwulan II dana BOS lebih besar,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, tiap triwulan ada sistem cut off, dimana yang dibayarkan pemerintah melalui rekening sekolah. Dana itu dibelanjakan berdasarkan rencana anggaran belanja sekolah. Berdasarkan Juknis 2017, ada 10 item yang dibiayai menggunakan dana BOS. Realiasi pemanfaatan dana BOS harus sesuai rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS).

Sementara yang boleh dibiayai dana BOS lanjut Suharudin, adalah pengembangan perpustakaan, penerimaan peserta didik baru, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, kegiatan evaluasi pembelanjaran dan pembelian alat multi media pembelajaran. Artinya, dana BOS itu dibelanjakan tepat sasaran, proporsional, efisien dan efektif. Sementara pertanggungjawabnya wajib dilaporkan secara online maupun manual melalui dokumen rekapan kegiatan. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker