Buton

BPBD Buton Bentuk Desa Tangguh Bencana

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan gerakan mitigasi bencana. Sedikitnya sudah tiga desa dan satu kelurahan yang ditetapkan sebagai wilayah tangguh bencana.

Tiga desa tersebut yakni Desa Wakalambe, Desa Mabulugo dan Desa Balibu, Kecamatan Kapontori. Sedang lainnya Kelurahan Pasarwajo, Kecamatan Pasarwajo. Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musibah, BPBD juga membentuk 20 relawan dan 30 anggota forum tangguh bencana di setiap desa/kelurahan tersebut.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Buton Rizal Djalil mengatakan, tiga desa dan satu keluruhan tersebut ditetapkan sebagai tangguh bencana karena wilayahnya kerap dilanda banjir.

“Balibu dan Pasarwajo itu selalu banjir ketika air laut pasang. Sedangkan Wakalambe dan Mabulugo ancamannya banjir di musim penghujan,” kata Rizal Djalil, dalam kegiatan seminar di Kantor Bupati Buton, Rabu (13/12).

Dijelaskan, 20 orang relawan dan 30 anggota forum sudah dilatih kemampuan mitigasi jika sewaktu-waktu daerahnya dilanda bencana, bukan hanya banjir. Latihan itu meliputi pengetahuan pencegahan bencana, kemampuan evakuasi dan kemanpuan pemulihan pasca bencana. Mereka akan aktif mengedukasi masyarakat soal mitigasi.

Selain kehadiran relawan terlatih, desa tangguh bencana juga dilengkapi dengan peta evakuasi di beberapa titik strategis warga. Hal itu sebagai langkah sosialisasi gerakan mitigasi untuk mereduksi potensi kerugian maupun jatuhnya korban jiwa jika bencana terjadi tiba-tiba.

Rizal Djalil melanjutkan, empat desa dan satu kelurahan tangguh bencana ditetapkan berdasarkan frekuensi terjadinya ancaman banjir. Meski sebenarnya, beberapa wilayah Kabupaten Buton juga punya tingkat kerawanan bencana yang patut diwaspadai, seperti wilayah Kecamatan Wolowa yang rawan longsor.

“Kami baru bisa menghandle empat desa itu karena anggaran kami terbatas. Tapi kami akan upayakan agar desa lain bisa diakomodir di tahun berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buton Ahmad Mulia mengatakan, gerakan mitigasi bencana akan diprogramkan secara komprehensif. Hal itu sudah dikaji dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD). Mulai dari pembangunan tanggul di daerah rob, ataupun wilayah penampungan air di daerah rawan banjir.

Dia berharap, pasca empat wilayah itu ditetapkan sebagai desa tangguh bencana, gerakan mitigasi tidak saja menjadi formalitas. Melainkan dapat direalisasikan ke masyarakat agar dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain. (man)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker