Busel

BPS Minta Warga Buton Selatan Catatkan Diri Sebagai WNI di SP2020 Secara Online

Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 Busel

PUBLIKSATU.COM, BATAUGA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi Sensus Penduduk 2020 di aula Rujab Bupati Buton Selatan (Busel), Kamis (13/02/2020). Giat tersebut menggandeng beberapa SKPD Busel terkait seperti Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Berdasarkan data kependudukan Kabupaten Buton Selatan per tahun 2019 semester pertama sebanyak 98.277 jiwa.

Olehnya itu pihak BPS Buton meminta partisipasi masyarakat agar mendaftarkan diri secara online pada SP 2020 kali ini. Sebab targetnya tahun 2030 mendatang diharapkan tidak ada lagi wawancara dan masyarakat bisa mendaftar secara mandiri.

“Bapak ibu membantu kami BPS mencatatkan dirinya sebagai warga negara Indonesia. Secara online dan secara mandiri. Tahun 2030 diharapkan tidak lagi wawancara bisa diharapkan mandiri,” kata Kepala BPS Buton, La Ode Haris Sumba.

“Jika belum mendaftar secara online, petugas akan mendatangi dari rumah ke rumah untuk melakukan pendataan,” sambungnya.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik akan melaksanakan Sensus Penduduk (SP) tahun 2020. Berbeda pada sensus penduduk sebelumnya yang menggunakan metode konvensional, kali ini akan menggunakan metode kombinasi.

BPS akan menggunakan basis data dengan menggandeng Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan pendataan di lapangan.

Pelaksanaan sensus 2020 nanti tidak hanya dilakukan dengan metode konvensional, petugas akan mendatangi dari pintu ke pintu (door to door) untuk mengumpulkan data kependudukan. Namun juga masyarakat diajak berpartisipasi aktif melakukan pemutakhiran data kependudukannya melalui situs sensus.bps.go.id yang mulai berlaku tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020.

Bagi masyarakat yang melakukan pendataan secara online, hanya perlu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan mengisi beberapa pertanyaan yang tersedia. Setelah memasukkan NIK, akan ada nama, jenis kelamin dan tanggal lahir yang pasti tidak berubah.

Berdasarkan data BPS, tercatat jumlah penduduk Indonesia tahun 1961-2010 adalah sebagai berikut: tahun 1961 sebanyak 97 juta jiwa; 199,2 juta jiwa (tahun 1971); 147,5 juta jiwa (tahun 1971); 147,5 juta jiwa (tahun 1980); 179,4 juta jiwa (tahun 1980); 206,3 juta jiwa (tahun 2000); 237,6 juta jiwa (tahun 2010). Dari keenam sensus yang telah dilaksanakan BPS tiap 10 tahun sekali. (sim)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker