Butur

Buka STQH ke-VI, Bupati Butur Ingin Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia

PUBLIKSATU.COM, BUTON UTARA – Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan menekankan tiga esensi (inti) dalam pelaksanaan kegiatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits Nabi (STQH) ke-VI, diantaranya bagaimana mewujudkan kehidupan generasi yang berakhlak mulia.

Ia mengatakan, dalam kehidupan saat ini, persoalan akhlak menjadi sebuah tantangan besar. Terlebih di era maraknya penggunaan media sosial, di tengah-tengah masyarakat tumbuh berbagai macam fitnah, ujaran kebencian serta hoax.

“Itu adalah akhlak, itu adalah tabiat-tabiat buruk yang sangat ditolak oleh Islam,” ujar Abu Hasan, ketika membuka secara resmi Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits Nabi (STQH) ke-VI tingkat kabupaten di Gedung Islamic Center Mina-minanga, Selasa (26/2) malam.

Dalam sambutannya Bupati meminta kepada seluruh yang hadir terutama peserta STQ agar dalam membaca Al Quran jangan hanya membaca, namun juga dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga apa yang dikerjakan mendapat ridho dari Allah SWT.

“Jadikan juga kegiatan ini sebagai pendalaman dalam ilmu agama untuk mempererat persaudaraan dalam perbedaan. Karena perbedaan adalah Rahmat, jangan sampai perbedaan dijadikan sebagai alat untuk permusuhan,” kata Bupati.

Bupati mengungkapkan, ada tiga esensi (inti) dalam pelaksanaan kegiatan STQ yakni bagaimana mewujudkan kehidupan generasi yang berakhlaq, kedua yakni penguatan terhadap ketauhidan dan ketiga semangat dalam mengamalkan syariat Islam.

“Itulah esensi-esensi Al Quran, itulah esensi hadits-hadits Rasulullah, yang selalu menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Bupati.

Mantan Kabiro Humas Pemprov Sultra itu mengungkapkan, di era saat ini maraknya penggunaan media sosial di tengah-tengah masyarakat tumbuh berbagai macam fitnah, ujaran kebencian serta hoax. Itu bagian tabiat-tabiat buruk yang sangat ditolak oleh Islam.

“Ini yang menjadi tantangan besar untuk kita sebagai umat muslim, agar bagaimana tidak terhasut oleh berita-berita yang belum tentu kebenaranya,” tutur Bupati.

Ia berharap, pelaksanaan STQH bisa menjadi momentum penguatan kembali nilai-nilai religius. Di mana Al Quran dan Hadits Nabi merupakan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, selain penekanan terhadap akhlaqul karimah.

“Jadikan juga kegiatan ini sebagai pendalaman dalam ilmu agama untuk mempererat persaudaraan dalam perbedaan. Karena perbedaan adalah rahmat dan jangan sampai perbedaan dijadikan sebagai alat untuk permusuhan,” katanya.

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan agama sebagai alat pemersatu bangsa, ummat dan pemersatu dalam pemerintahan. (m7)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker