Buteng

Bupati Buteng Ancam Copot Makelar Jabatan

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin berharap seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) pada sembilan SKPD di lingkup Pemkab Buteng yang saat ini tengah berproses berjalan murni dan transparan.

Proses seleksi dari pendaftaran hingga menghasilkan tiga nama nantinya, sepenuhnya ia serahkan kepada Sekretariat Panitia Seleksi (Pansel) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Tim Pansel, dan Assesort atau penguji dari akademisi Universitas Haluoleo (UHO).

Justru isu yang berkembang di luar, untuk mendapatkan jabatan pada salah satu SKPD yang diinginkannya peserta seleksi diminta menyetorkan sejumlah uang. Namun isu tersebut dibantah keras bupati.

“Untuk apa saya makan uang begitu. Saya tidak mau kaya dengan uang seperti itu. Saya sudah ikhlaskan diriku untuk daerah ini. Kalau saya lakukan seperti itu, sama saja saya ajarkan Kadisku untuk mencuri,” ungkap Samahuddin kepada sejumlah media saat ditemui di kantor bupati, Jumat (15/12).

Bagaimana jika hal itu dilakukan oknum pejabat di bawahnya? Orang nomor satu di Buteng ini mengaku akan menindaknya, bahkan akan mencopotnya meskipun itu saudaranya sendiri.

“Jangan ada makelar-makelar jabatan di Buteng ini, karena itu pantangan saya. Kalau ada jajaran di bawah saya yang makelar jabatan akan saya tindaki, siapa pun dia. Saudara saya saja akan saya non job kalau bermain seperti itu,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan agar jangan ada peserta atau Kadis yang melakukan prakter bayar membayar atau suap untuk mendapatkan jabatan yang diinginkannya. “Kalau saya tahu ada Kadis yang ikut lelang jabatan ini mau main bayar-bayar akan saya copot. Jadi, jangan coba-coba main bayar-bayar,” tandasnya.

“Lelang terbuka eselon II ini harus betul-betul murni. Saya sudah percayakan kepada Assesort dan Pansel yang seleksi. Saya akan tunggu hasilnya, siapa yang cerdas, berkompeten, dan tertinggi nilainya,” sambungnya.

Kendati begitu, dirinya juga akan tetap melihat loyalitas calon Kadis tersebut kepada pimpinan, bisa bekerja atau tidak. “Jangan sampaui tinggi nilainya, tapi ujung-ujungnya maling juga,” pungkasnya.

Ketua Sekretariat Pansel JPTP Zahinudin mengatakan, sejak awal proses pendaftaran bupati sudah mewanti-wanti kepada pihaknya termasuk meminta Assesort dan Pansel agar jangan ada yang bermain-main melakukan praktek bayar upeti dari para peserta seleksi.

“Pak bupati sudah menekankan kepada kami agar seleksi terbuka JPTP ini harus betul-betul murni, sehingga menghasilkan Kadis yang betul-betul berkompeten, berkualitas, dan memiliki loyalitas kepada pimpinan,” tuturnya.

Saat ini, proses seleksi terbuka JPTP pada sembilan SKPD tinggal menunggu wawancara akhir yang akan dilakukan Tim Pansel. Tim Assesor dari UHO sudah melakukan tugasnya dalam tes penulisan makalah dan wawancara serta assesment.

“Wawancara dari Tim Pansel akan dilaksanakan hari Senin nanti, 18 Desember. Nilai dari tim Asessor akan diakumulasikan dengan nilai dari hasil wawancara Tim Pansel untuk menghasilkan tiga nama yang akan disetorkan kepada bupati nantinya. Tentunya tiga nama ini memiliki nilai tertinggi dari peserta lainnya,” jelasnya. (uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker