Buteng

Bupati Buteng Serahkan Bantuan Alsintan kepada Poktan

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Bupati Buton Tengah (Buteng),H Samahuddin menyerahkan sejumlah bantuan pertanian berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan) serta bibit tanaman Pala kepada para kelompok tani pada kegiatan Mimbar Sarasehan kelompok tani nelayan andalan yang dipusatkan di Balai Desa Tanailandu, Kecamatan Mawasangka, Rabu (14/12).

Bantuan yang bersumber dari APBN diantaranya 18 unit traktor dan lima unit mesin pompa air itu diserahkan secara simbolis. Sementara bibit tanaman Pala diserahkan langsung kepada para petani Desa Tanailandu. Ada juga bantuan dari APBD seperti jagung hibrida dan kacang kedelai serta bantuan ternak ayam kampung dan kambing, namun sudah dibagikan Dinas Pertanian sendiri.

Khusus mesin pompa air dibagi untuk masyarakat petani di Desa Polindu, Desa Tanailandu, dan Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka. Sementara traktor untuk para kelompok tani yang bercocok tanam padi sawah di Desa Terapung.

Dalam menyerahkan bantuan Alsintan dan bibit tanaman Pala tersebut, bupati didampingi Ketua Komisi I DPRD Kadir Teme, Asisten I La Saripi, Asisten III LM Mursal Zubair, Kadis Pertanian Makmur Sangkalibu, Camat Mawasangka Erika Anzarsari, Kapolsek Mawasangka Iptu Panawi, dan Kades Tanailandu. Turut disaksikan para Kepala SKPD yang ikut dalam rombongan bupati dan Unsur Muspika Mawasangka.

Kadis Pertanian Kabupaten Buteng, Makmur Sangkalibu dalam laporannya mengatakan, mimbar sarasehan merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan Dinas Pertanian untuk berdialog dengan kelompok tani nelayan andalan dari perwakilan masing-masing kecamatan. Didalamnya, membahas masalah-masalah pertanian yang dihadapi untuk dicarikan solusinya.

“Saat ini, Dinas Pertanian sedang membina dan menimbuhkan kelembagaan pertanian di Kabupaten Buteng. Tercatat, ada 306 kelembagaan pertanian di Kabupaten Buteng, 251 kelompok tani, dan 55 gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang merupakan ujung tombak pelaksanaan pembangunan pertanian,” bebernya.

55 Gapoktan tersebut, kata dia, hanya dibina 18 penyuluh lapangan yang terdiri dari 12 PNS dan empat orang Tenaga Harian Lepas (THL). “Jumlah perugas penyuluh ini belum sebanding dengan jumlah kebutuhan yang harus dipenuhi, karena sesuai Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang sistim pennyuluhan pertanian, seharusnya satu desa dibina oleh satu orang penyuluh. Sementara jumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Buteng sebanyak 77 desa dan kelurah,” tuturnya.

Selanjutnya, Makmur melaporkan berbagai program kegiatan yang sudah dilaksanakan Dinas Pertanian sepanjang 2017. Untuk kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) diantaranya jalan usaha Tani di Desa Tanailandu Kecamatan Mawasangka, Desa Walando Kecamatan Gu, Desa Mone Kecamatan Lakudo, Desa Katukobari Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng).

Kegiatan pemberdayaan masyarakat, yakni pengadaan bantuan bibit Pala di Desa Tanailandu, ayam kampung di Desa Katukobari, Desa Morikana, Desa Watorumbe, Desa Lalibo, Desa Wajo Gu, Desa Waara, dan Desa Dahiango. Bantuan kambing di Kelurahan Talaga I Kecamatan Talaga Raya dan empat paket padang penggembalaan sapi di Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka.

Kegiatan pengembangan jagung hibrida kepada para calon petani seluas 112 hektar. Tersebar di Desa Kanapa-Napa 25 hektar, Desa Tanailandu 25 hektar, Desa Dahiango 25 hektar, Desa Polindu 25 hekatra, dan Desa Oengkolaku 12,5 hektar.

Ada juga program Kacang Kedelai yang akan diuji coba tahun ini sebanyak 231 hektar. Tersebar di Kecamatan Mawasangka yakni di Desa Polindu, Desa Terapung, dan Desa Dahiango. Desa Lakapera Kecamatan Gu dan Kecamatan Gu masuk di Desa Mone, Desa Teluk Lasongko, dan Desa One Waara. “Tinggal pembagian benihnya saja, karena kami masih menunggu petunjuk dari provinsi,” pungkas Makmur.

Sementara, Bupati Samahuddin dalam sambutannya berharap bantuan Alsintan tersebut dapat dimanfaatkan para kelompok tani dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian mereka.

Pemkab Buteng akan terus berupaya membantu masyarakat petani untuk mendorong peningkatan produksi dan pemasarannya melalui pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.

“Saya baru-baru ini dari Jakarta, alhamdulillah kita (Buteng, red) mendapatkan suntikan dana dari pusat sebanyak Rp 19 miliar untuk pengairan dan irigasi pertanian yang akan dibangun Dinas PU di Desa Polindu, Desa Kanapa-napa, Desa Terapung sebagai daerah basis pertanian di Kabupaten Buteng,” ungkapnya.

Belum lagi, untuk pengembangan daerah transmigrasi di daerah basis pertanian tersebut bantuannya tidak sedikit. Sehingga bila transmigrasi masuk nantinya, masyarakat lokal bisa belajar dalam bercocok tanam padi sawah dan berusaha dengan baik untuk meningkatkan pendapatan keluarganya.

“Untuk mendukung semua program itu, saya sengaja memperlebar akses jalan menuju daerah pertanian agar hasil-hasil pertanian nanti bisa lancar dipasarkan dengan harga yang meningkat lagi dibanding sebelumnya. Dengan jalan yang bagus dan lebar, investor juga akan lancar dan tidak berpikir panjang untuk masuk ke daerah kita,” terang Samahuddin.

Dalam Mimbar Sarasehan tersebut, bupati juga sempat berdialog dengan para kelompok tani dan menjadi salah satu nara sumber yang menjawab berbagai persoalan pertanaian, perkebunan, dan peternakan yang ditanyakan para petani. Dalam dialog itu, bupati mampu memberikan solusi-solusi terbaik dibantu dari
nara sumber lainnya seperti Kadir Teme dan Kadis Pertanian sendiri. (uzi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker