Muna

Bupati Mubar Absen Para Kadis dan Camat

BUTONPOS.COM, MUBAR – Kedisiplinan pegawai menjadi perhatian serius Bupati Muna Barat (Mubar), LM Rajiun Tumada. Bukan hanya pada jam kantor, dikegiatan tertentu yang berkaitan dengan kepentingan daerah tidak luput dari pantauannya.

Pada kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) antara Badan Pusat Statistik (BPS) Muna dengan Pemkab Mubar, Senin (4/12) misalnya, mantan Kasatpol PP Sultra itu mengabsen satu persatu para kepala dinas (Kadis) dan camat yang menghadiri acara tersebut.

Pengambilan absen tersebut dilakukan sebelum menyampaikan sambutannya. Ada beberapa Kadis dan camat yang tidak hadir, dan hanya diwakili oleh kepala bidang (Kabid).

Tidak kehilangan akal untuk mengetahui keberadaan para Kadis dan camat yang tidak sempat hadir ini, bupati langsung memintai keterangan terhadap masing-masing perwakilan. Jika dianggap tidak penting, perwakilan Kadis dan camat tersebut langsung diperintahkan keluar dari ruang rapat, dan diminta untuk menghadirkan pimpinan mereka di intansi.

“Saya sengaja menjalankan absen seperti ini, karena sudah menjadi kebiasaan para Kadis dan camat, ketika ada kegiatan rapat selalu mengutus Kabid atau staf. Makanya saya harus lebih tegas lagi,” ungkapnya.

Para pejabat yang tidak hadir itu akan menjadi catatan bagi bupati. Tentunya ada konsekuensi tersendiri bagi pejabat yang mengabaikan perintah bupati. “Kan sudah ada undangan, seharusnya hadir. Jangan lagi perintahkan Kabid atau staf yang wakili,” tegasnya.

Menurut Rajiun, kegiatan seperti ini sifatnya sangat penting, karena menyangkut kebutuhan daerah. Jadi prospeknya semua instansi. Apalah artinya jika tidak dihadiri pimpinan SKPD atau camat.

“Saya perhatikan, mereka lebih suka keluar daerah ketimbang mengikuti kegiatan seperti ini. Manfaatkan juga para Kabid itu untuk keluar daerah. Jangan hanya Kadisnya yang keluar daerah. Kecuali ada izin dan sifatnya penting, itu boleh diikuti Kadis,” tukasnya.

Kata dia, bagi Kadis atau camat yang tidak mau diatur, dikembalikan jadi staf biasa saja. Daerah ini butuh orang-orang yang memikirkan dan mementingkan daerah. “Saya lihat selama ini kalau mau ke Jakarta atau daerah lain, cepat. Tetapi kalau ada rapat seperti ini lambat, padahal menyangkut kepentingan masyarakat,” kesalnya. (p5)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker