Muna

Bupati Muna: Sudah Saatnya Pejabat Mulai Kerja

BUTONPOS.COM, MUNA – Bupati Muna, LM Rusman Emba kembali merombak kabinetnya. Kali ini yang terkena dampak mutasi adalah pejabat esalon III, IV, Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas. Tercatat ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik pada Rabu (13/12).

Pelantikan pejabat di lingkup Pemkab Muna ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Dimana, nanti pemerintahan LM Rusman Emba, pelantikan baru dijaga ketat aparat Kepolisian bersenjata lengkap.

Usut punya usut, hasil analisa Satuan Intelkam Polres Muna, pelantikan tersebut berpotensi ribut dari pendukung bupati yang orang-orangnya tidak terkafer. Hal tersebut memang terbukti dari yang menghadiri pelantikan. Lebih banyak pendukung ketimbang pejabat yang akan diambil sumpah jabatannya. Ditambahkan, lagi status-status di media sosial yang rata-rata tidak puas.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga melalui Kasat Intelkam, Iptu Kaharudin Kaendo mengatakan, hasil analisa anak buahnya, ditemukan banyak tim yang tidak puas. Nah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mereka terpaksa harus turun melakukan pengamanan.

“Kita inginkan agar daerah tetap kondusif. Tidak ada kegaduhan agar proses pemerintahan berjalan dengan lancar,” katanya.

Adapun jumlah personil yang diturunkan melakukan pengamanan sebanyak 42 orang. Terdiri dari 20 personil Pengurai Masa (Reimas), 10 personil Intel dan 12 tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras).

Pada kesempatan itu, Bupati Muna LM Rusman Emba mengatakan, bahwa pelantikan pejabat bukan hal yang luar biasa. Jabatan yang diberikan pada seseorang adalah bentuk amanah yang harus dijalankan dengan baik. Apalagi, saat ini, dia bersama Malik Ditu sudah setahun memimpin Bumi Sowite, makanya dibutuhkan kerja-kerja profesional dalam rangka memajukan daerah dan mensejahterahkan masyarakat.

“Pejabat yang dilantik sudah saatnya bekerja. Mulailah, sesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru,” pesannya.

Selama ini, mantan senator DPD-RI itu telah mempelajari karakter-karakter bawahannya. Dari penilaiannya, ada beberapa birokrasi yang semau-maunya bekerja. Itulah, orang-orang yang tidak bisa dipertahankan.

“Saya mau birokrasi yang ada harus bertanggung jawab dalam tugasnya dan mampu berinovasi dalam menterjemahkan visi misi pimpinan,” terangnya.

Ketua FKPPI Sultra itu menegaskan, mutasi pejabat yang dilakukan sama sekali tidak ada kaitannya dengan politik. Katanya, politik telah usai. ” Karena saya paham, politik itu tantangannya adalah kebodohan,” tandasnya. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker