Sultra

Bupati Ungkap Kejanggalan Tambang di Konkep

PUBLIKSATU.COM, KONAWE KEPULAUAN – Bupati Konke, H Amrullah yang didampingi Wakilnya, Andi Muhamad Lutfi membeberkan kejanggalan kegiatan pertambangan di Kabupaten Konkep. Ia menduga investasi tambang di Konkep terjadi kesalahan prosedur.

Bupati mengatakan dari sisi aturan, keberadaan IUP tambang tersebut perlu dikaji lebih mendalam.

Ia mengaku, pemerintah setempat sama sekali tidak medapatkan konfirmasi sebelumnya dari pihak pemilik IUP untuk melakukan investasi tambang.

“Pemerintah setempat tak mendapat konfirmasi soal tambang ini masuk di Konkep,” tutur Bupati H Amrullah dihadapan Dirjen Kementerian KKP saat meninjau lokasi tambang di Desa Roko-Roko, Kecamatan Wawonii Selatan, kemarin (18/9).

Menyikapi tuntutan masyarakat saat melakukan aksi demonstrasi menolak tambang, Bupati Konkep H Amrullah telah menunjuk Wakil Bupati Konkep, Andi Muhamad Lutfi untuk mendampingi tokoh masyarakat menemui Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Pada kesempatan yang sama, Andi Muhamad Lutfi menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Sultra terkait rencana pertemuan tersebut. Dia berharap tokoh masyarakat yang hadir dapat mewakili semua aspirasi masyarakat Wawonii.

Kehadiran Dirjen Kementerian KKP itu di lokasi tambang itu menjadi peluang masyarakat menyampaikan unek-uneknya. Salah satu warga Desa Roko-Roko, Ratna mengaku lahan miliknya terancam dikuasai investor tambang.

Tak tangung-tangung, Ratna mengaku dirinya siap “jihad” mati demi mempertaruhkan lahan miliknya apabila kegiatan tambang masih dipaksakan berinvestasi di Wawonii. Ia menuturkan semua tanaman milik petani terancam digusur apabila tambang masih dibiarkan.

Sebab, petani hanya menggatungkan kehidupannya pada sektor pertanian. “Saya tidak mau lahan saya dikuasai tambang, saya siap mati, biar potong leher saya saya tidak mau ada tambang di Wawonii,” tutur Ratna.

Demikian pula salah seorang ASN, Hikma Gama mengaku dirinya bersedia mendapat sanksi pemecatan dari atasan demi memperjuangkan penolakan tambang di Konkep.

“Demi menolak tambang di Wawonii saya bersedia dipecat, saya terima resiko itu,” kata Hikma Gama. (P4)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker