Busel

Busel Kembangkan Potensi Holtikultura

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Bukan hanya unggul potensi kelautan dan perikanan Busel. Tapi juga memiliki potensi pertanian dan perkebunan cukup potensional. Potensi ini bisa menjadi unggulan jika kebijakan dikelolah secara maksimal.

Potensi pengembangan dan budidaya tanaman holtikultura ada di dua kecamatan, Sampolawa dan Batauga cukup menjanjikan untuk dikembangkan dan digenjot. Apalagi mirisnya sebagian besar sayuran yang dijual di pasaran masih banyak disuplai dari Kota Baubau.

Menurut Sekretaris Dinas Pertanian Busel Muh Rais, sisi geografis Busel strategis berdekatan dengan Kota Baubau sebagai pusat pemasaran. Potensi sentra holtikultura penyuplai sayur-sayuran di beberapa pasar di Kota Baubau cukup tinggi. Potensi komoditi itu menjanjikan. Faktanya salah satunya pisang di Kota Baubau salah satunya penyuplai dari pisang Busel.

Kata dia, kebutuhan sayur-sayuran di Kota Baubau tiap tahun mengalami peningkatan. Potensi itu jika dimanfaatkan Busel maka sangat cocok karena dari sisi potensi lahan sangat layak dan memungkinkan untuk dikembangkan.

“Saat ini penyuplai sayur-sayuran seperti tomat dan cabai di Kota Baubau berasal dari daerah Muna, Buton, dan Buton Utara, bahkan didatangkan dari Surabaya dan Makassar,” katanya.

Karena itu, kedepan kata dia, peluang ini mesti digenjot. Maka itu Dinas Pertanian Busel merancang program untuk budidaya tanaman holtikultura serta membuat pelatihan-pelatihan untuk menguatkan masyarakat petani sehingga mendapat hasil panen yang melimpah.

“Pemerintah pusat sudah memberi bantuan alat mesin pertanian berupa 1 unit traktor, 20 kultivator, lima pompa mobile dan lainnya telah berada di Busel untuk dioperasikan sehingga dapat menunjang laju pengembangan dan budidaya pertanian tersebut, tinggal dimanfaatkan,” katanya.

Menurutnya, tanaman holtikultura panennya memilki jangka waktu tiga hingga empat bulan. Kendala petani adalah sulitnya mengolah tanah 1 hektar untuk lahan pertanian menggunakan alat tradisional. Waktu pengerjaannya cukup lama.

Jadi lanjut dia, untuk memanfaatkan bantuan pertanian itu mekanisme adalah kelompok petani meminjam pakai alat dan mesin pertanian bantuan pusat. Bukan dikuasai sepenuhnya. Tapi dimanfaatkan jika sudah selesai pengolahan lahan. Maka alat bantuan itu kembali dikembalikan ke Dinas Pertanian.

Saat ini pihaknya terus berupaya membuat lahan percontohan pertanian di lahan Badan Penyuluhan Pertanian. Sehingga masyarakat menjadikan lahan tersebut contoh untuk berkembang dan memulai. Selain itu berupaya terus mensosialisasikan dan penyuluhan kepada para petani.

Dinas pertanian juga terus berupaya mengembangkan lahan untuk tanaman holtikultura. Meningkatkan minat masyarakat untuk bertani. Karena itu diharapkan dengan dukungan kebijakan anggaran Pemda Busel disektor pertanian sehingga dapat dikembangkan dan digenjot. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker