Busel

Busel Siaga Bencana

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Musim cuaca ekstrim pancaroba telah tiba. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengidentifikasi potensi bencana terjadi di Buton Selatan (Busel) adalah gelombang pasang, banjir dan longsor.

Cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini harus menjadi kewaspadaan dini bagi seluruh warga Busel. Apalagi secara geografis sebagian besar wilayah pesisir, dataran rendah dan tanah longsor terjadi.

“Sekarang adalah ada dua bencana yang akan berpotensi terjadi di Busel pertama gelombang pasang, bencana banjir dan longsor. Waktunya ini bersamaan. Karena itu memang perlu kesiapsiagaan sejak dini bagi kita semua, terutama BPBD,” ujar Kepala BPBD Busel, La Ode Harwanto ditemui awak media, di kantornya, kemarin.

Kata dia, cuaca ekstrim ini merupakan fenomena lintas sektoral. Karena itu sejak dini patut diwaspadai dan dicegah, khususnya keselamatan warga yang bermukim tak jauh dari lokasi daerah yang berpotensi terjadi bencana alam tersebut.

“Kita amalkan ini potensi yang kita khawatirkan ini mudah-mudahan tidak terjadi, tapi ini fenomena lintas sektoral,” katanya.

Ia menjelaskan, cuaca ekstrim seperti ini pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, biasanya terjadi hingga bulan Februari. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui prediksi cuaca ekstrim ini.

Menurutnya, untuk potensi gelombang pasang pengalaman tahun sebelumnya terjadi tiga sampai empat meter. “Tapi ini nanti bisa diliat pada awal-awal Januari. Kita bisa liat di depan Kantor Brimob, gelombang pasang bisa sampai lewati badan jalan depan Kantor Brimob dan DPRD itu masuk ke halaman kantor,” katanya lagi.

Ia mengaku, dari hasil identifikasi, untuk potensi banjir dan longsor ini terjadi di Batauga dan Sampolawa. Sedangkan untuk longsor berpotensi sepanjang jalan poros dari Desa Pogalampa Kecamatan Batauga hingga Kelurahan Todombulu, Lapola, Kecamatan Sampolawa. Begitupun juga dengan potensi bencana banjir, dikhawatirkan terjadi di Sampolawa seperti di Kelurahan Jayabakti dan Todombulu, Desa Gunung Sejuk, Lipu Mangau. Hal ini akibat kondisi hutan di wilayah tersebut yang sudah gundul.

Harwanto juga mengungkapkan, yang paling rawan potensi longsornya terjadi di Hendea, Kecamatan Sampolawa. Namun yang paling dikhawatirkan juga potensi longsor di Desa Watiginanda, Kecamatan Sampolawa potensinya sangat besar sekali. Jalan yang disebelah kanan sudah jurang dan sudah mengalami keretakan disisi kanan jalan dekat tebing. Sedangkan sebelah kiri jalan perumahan warga.

Kata dia, sedangkan untuk potensi banjir di Batauga itu hanya berupa genangan-genangan air saja. “Untuk banjir yang lebih parah ini kita khawatirkan di Sampolawa karena lahan hutan yang ada sudah gundul,” terangnya.

Dikatakan pula, dari arah ibukota Batauga ke Sampolawa di sebelah kiri adalah gunung. Disebelah kanan adalah perumahan warga, beberapa meter saja sudah sampai di laut. Ini sangat berbahaya. Karena itu mesti diwaspadai dan berhati-hati bagi pengendara.

Langkah antisipasi kata mantan guru ini, pihaknya sudah menyiagakan kendaraan patroli tim tersek memantau titik genangan air, longsor dan potensi bencana. “Karena ini besar sekali potensinya dengan curah hujan yang tinggi saat ini. BMKG memprediksi 97 persen sudah masuk curah hujan dan ini cuaca ekstrim,” tuturnya.

Ia menambahkan, BPBD sudah memanfaatkan potensi sarana yang ada untuk mencegah mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi. Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat yang berada di daerah potensi banjir agar tetap waspada apalagi sudah memasuki musim penghujan.

“Maka kita siap siaga banjir dan longsor ini sudah harus diantisipasi sejak dini. Kami menghimbau kepada warga untuk siap siaga. Waspada terutama pada malam hari,” imbaunya.

Ia menambahkan, terkait bencana ini bukan hanya tugas BPBD, tapi lintas sektor. Untuk BPBD sudah sangat siap. Sejumlah stok makanan instan dan perlengkapan lain sudah siap. Begitupun dengan personil. Namun ini bukan hanya tugas BPBD tapi ada tim medis dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas PU.

“Yang jelas, soal stok makanan dan pelengkapan sudah siap. Tapi kita tetap berdoa mudah-mudahan tidak terjadi bencana. Kita berdoa semua, dan tetap waspada mencegah sejak dini,” tutupnya. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker