Busel

Busel Wajib Rancang Daya Tarik Wilayah

BUTONPOS.COM, MAROS – Anggota DPRD Buton Selatan, khususnya yang tergabung di Komisi I dan III melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kunjugan ini untuk mengkaji dan mecermati cara pembuatan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) daerah tersebut.

Ketua Badan Legislasi DPRD Busel, La Witiri mengatakan, Kunker ini dalam upaya mempelajari cara pembuatan RTRW di Kabupaten Maros, untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan materi pembuatan RTRW di Busel.

Rombongan DPRD Busel diterima langsung Asisten Adminitrasi Umum Setkab Maros, Dr Andi Firmansyah. Pada kesempatan itu Andi Firmansyah mengatakan, Maros memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, seperti kelautan dan perikanan, pariwisata, pertanian, pertambangan marmer dan semen serta SDA lainnya.

“Sumber daya alam yang besar tersebut kita tata sesuai kondisi wilayah,” jelas Andi Firman, seperti dikutib dari Witir sapaan akrab La Witiri.

Apalagi Busel seperti laporan Ketua Komisi I, La Hijira, yakni baru mekar sekitar tiga tahun, maka penataan wilayahnya harus sesuai karakteristik dan kondisi wilayah.

Kabupaten Maros, lanjut Andi Firman, berbatasan langsung dengan Kota Makassar. Maros sebagai kabupaten penyangga untuk Kota Makassar megapolitan Indonesia Timur itu. “Karenanya kita tata benar sehingga ada daya tarik bagi siapa pun untuk berlama-lama tinggal, dan tidak sekadar lewat saja,” imbuhnya.

Diakui Andi Firman, Maros masuk kawasan industri wilayah Sulsel. Di Maros juga ada Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

Sementara itu, menurut La Hijira, fokus dewan Busel ke Maros karena daerahnya sudah maju. Untuk itu, perlu mempelajari cara penataan wilayah Maros dan selanjutnya diterapkan di Busel yang juga masuk kawasan penyangga Kota Baubau, yang pelabuhannya merupakan transit menuju Indonesia Timur dan Barat.

Olehnya itu, wilayah Busel butuh penataan yang makismal dan bagus sehingga maju seperti Maros. Salah seorang pejabat yang mewakili SKPD menjelaskan, RTRW Maros diberlakukan sejak 2012 dan masuk tahap evaluasi. Yang dipaparkan pejabat mewakili Bappeda, kawasan Maros ditata sesuai peruntukannya, ada kawasan industri, pertanian, perikanan, pariwisata, dan lainnya.

Hasil kunjungan ini, nantinya pada pembahasan RTRW di Busel akan dipadukan. Karena itu Busel harus banyak meniru daerah lain yang sudah maju dan berkembang agar bisa bersaing dengan daerah lain yang sudah duluan mekar. Dalam kunjungan rombongan anggota DPRD ini dihadiri sejumlah perwakilan SKPD Maros. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker