Buteng

Buteng Raih Penghargaan PKH Apreciation Day 2017

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Setelah sebelumnya meraih penghargaan sebagai “Kabupaten Peduli HAM” dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) dibawah pimpinan Bupati H Samahuddin kembali mendapatkan penghargaan nasional pada tahun 2017 ini.

Kali ini, penghargaan datang dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Apreciation Day 2017. Kabupaten Buteng menjadi salah satu daerah yang terpilih dari 10 kabupaten di Indonesia yang dinilai sukses melaksanakan PKH melalui dana sharing dari APBD.

10 kabupaten yang mendapatkan penghargaan PKH Apreciation Day 2017, yakni Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Karimun, Kabupaten Mamuju Tengah, Kabupaten Tanjung Pinang, dan Kabupaten Luwu Utara.

Kesepuluh kabupaten ini melalui bupatinya masing-masing diundang Kemensos RI pada malam penghargaan “PKH Apreciation Day 2017” yang digelar di Vasa Hotel Surabaya, Rabu (19/12). Kegiatan ini dilaksanakan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, selama empat hari (17-20 Desember 2017).

Kegiatan tersebut bertema ‘Bergerak maju dan fokus menjadi bagian dari perubahan besar menuju Indonesia yang lebih baik’.

“Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi Kabupaten Buteng sebagai Daerah Otonom Baru (DOB). Meskipun masih terhitung muda, namun dapat berkarya maksimal dalam mendukung program penanggulangan kemiskinan,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosoal, Dinas Sosial Kabupaten Buteng, Drs Andy Nursin MSi kepada Buton Pos melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/12).

Terlepas dari berbagai aspek penilaian, penghargaan ini didapatkan Kabupaten Buteng karena adanya komitmen dari semua unsur terkait, utamanya Pemkab Buteng dan DPRD dalam memberikan dana sharing melalui APBD, peran aktif pendamping PKH dan operator bekerja maksimal, keterlibatan Dinas Sosial dalam memanfaatkan momen strategis, dan keterlibatan masyarakat Buteng sendiri.

“PKH adalah program yang sangat baik dalam memutus rantai kemiskinan melalui bidang kesehatan dan pendidikan. Penghargaan ini menjadi pemicu dan semangat lagi kedepannya dalam memutus rantai kemiskinan di Kabupaten Buteng,” tandasnya.

Andy Nursin berharap, semangat Kemensos RI dalam memberikan apresiasi dan penghargaan ini dapat disikapi Pemkab Buteng menuju perubahan besar yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Di bawah kepemimpinan Bupati Samahuddin akan lebih cepat melakukan terobosan penanggulangan kemiskinan dengan menempatkan aparat dinas terkait yang dapat menguasai tugas dan fungsinya secara profesional.

Pria asal Kecamatan Mawasangka ini mencontohkan, data kemiskinan yang ada di Kabupaten Buteng saat ini seharusnya segera dijadikan sasaran program secara terpadu bagi setiap SKPD untuk menggotong bersama melalui tim koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Buteng.

Dengan demikian, program tidak tumpang tindih antara dinas satu dengan dinas lainnya. Apalagi Kemensos telah memberikan kewenangan untuk menerapkan sistim rujukan dan layanan terpadu, ada basis data terpadu, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). (uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker