Olahraga

Chelsea dan Kutukan Jersi Nomor 9

PUBLIKSATU.COM, BOLA – Jersi nomor sembilan di Chelsea seolah memiliki kutukan. Dalam beberapa tahun terakhir, pemain yang memilih jersi nomor sembilan gagal tampil moncer.

Musim lalu Gonzalo Higuain mengenakan nomor itu. Penampilan pemain asal Argentina itu juga tidak sesuai harapan.

Sebelumnya, sederet pemain sudah mencoba memikul beban nomor punggung yang identik sebagai tukang cetak gol.

Mulai Mateja Kezman pada 2004-2005, Hernan Crespo (2005-2006), Khalid Boulahrouz (2006-2007), Steve Sidwell (2007-2008), Franco Di Santo (2008-2010), Fernando Torres (2010-2015), Radamel Falcao (2015-2016), hingga Alvaro Morata (2017-2018).

Semua pemain itu gagal tampil hebat di Chelsea. Dengan masuknya Frank Lampard sebagai arsitek tim musim 2019-2020, ada kemungkinan si pengisi nomor sembilan adalah pemain muda.

Seperti diberitakan The Telegraph, ada dua pemain yang memiliki peluang besar, yakni Tammy Abrahams atau Christian Pulisic.

Abrahams menunjukkan penampilan cukup menawan saat dipinjamkan ke Aston Villa musim 2018-2019.

Pemain 21 tahun tersebut mencetak 25 gol di Championship dan satu gol di playoff. Musim lalu dia memakai jersi nomor 18 di Villa.

Sementara itu, Pulisic musim lalu menggunakan jersi nomor 22 di Borussia Dortmund.

The Independent mengabarkan bahwa Pulisic akan memakai nomor punggung sepuluh musim depan.

Boulahrouz memiliki cerita tersendiri soal nomor punggung sembilan yang keramat di Chelsea.

Bergabung dengan Chelsea saat musim 2006-2007 sudah bergulir, bek asal Belanda itu tak punya banyak pilihan nomor punggung.

“Kitman Chelsea menyatakan nomor punggung yang lowong adalah 9, 45, 47 dan seterusnya. Saya tak mau memakai nomor 45 atau 47. Pilihan jatuh ke nomor 9,” kata Boulahrouz kepada Goal.

Jose Mourinho yang saat itu melatih Chelsea merasa aneh dengan pilihan nomor punggung Boulahrouz.

Setelah pertandingan perdana usai Boulahrouz bergabung, Mourinho bertanya soal nomor sembilan itu.

“Mourinho bertanya kenapa tidak memilih nomor punggung dua karena nomor itu lowong. Sesaat kemudian saya tersadar saya termakan kata-kata kitman tanpa melakukan pengecekan,” ujar Boulahrouz. (dra)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker