Muna

Cleaning Service Pemkab Muna Tolak Gajinya Dipotong

BUTONPOS.COM, MUNA – Sedikitnya 25 cleaning service Pemkab Muna mengeluhkan pembayaran gaji mereka. Pasalnya, terhitung sejak Oktober-Desember, hak mereka belum juga terbayarkan. Gaji mereka per bulan sebesar Rp 750 ribu.

Usut punya usut, ternyata keterlambatan pembayaran itu disebabkan ada oknum berinisial PH hendak mencairkan uang mereka dengan catatan dipotong Rp 150 ribu per bulan. Sontak, mereka pun tidak menerima itu. Pasalnya, PH sama sekali tidak punya kaitan dengan pekerjaan mereka.

“Kami menolak dipotong. PH itu tidak punya kaitan dengan kami,” ungkap Langkeba, selaku pemenang tender penyedia cleaning service di Sekretariat Daerah Muna.

Langkeba mengaku heran, kenapa pemilik perusahaan CV Anisa yang dia pinjam mau memberikan BG sebagai syarat pencairan dana di bank pada PH. Seharusnya, BG itu diserahkan padanya.

“Kami juga heran, kenapa pemilik perusahaan berani memberikan BG pada PH yang nyata-nyata tidak sangkut pautnya dengan kegiatan ini,” ungkapnya.

La Maluna, Direktur CV Anisa mengaku, awalnya PH meminjam BG itu untuk difoto copy. Namun, dalam perjalanannya, saat dimintai kembali, PH menolak. “Saya sudah minta dikembalikan, tapi PH tidak mau berikan,” ujarnya.

Permasalahan itu sontak mendapat perhatian Asisten III, Edy Uga dan Kabag Humas, Amiruddin Ako. Mereka menyampaikan pada pemilik perusahaan mencairkan hak-hak claning service itu. “Segera cairkan dan bayarkan hak-hak mereka. Jangan dipotong sepeserpun,” tegas Edy Uga diamini, Amiruddin Ako.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Muna, Iptu Kaharuddin Kaendo yang coba memediasi permasalahan itu menyarankan pada para tenaga kebersihan apabila ada potongan gaji, silahkan laporkan ke Polres Muna.

“Kalau dipotong, laporkan ke kami, karena itu sudah Pungli,” singkatnya. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker