Busel

Dermaga Rp 1,2 M Ambruk

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Dermaga di Desa Lalole, Kecamatan Siompu Barat yang baru saja direhabilitasi ambruk dihantam ombak, Kamis (21/12) malam. Dermaga senilai Rp 1,2 M itu diduga ambruk akibat cuaca ekstrim (Musim Barat, red) beberapa hari terakhir ini.

Kades Kamoali, Kecamatan Siompu Barat, Musliadin membenarkan peristiwa ambruknya dermaga di Desa Lalole yang baru selesai dikerjakan sekitar sebulan lalu tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut ambruk akibat dihantam ombak cuaca ekstrim yang terjadi, Kamis (21/12) malam.

Sebelumnya dermaga tersebut beberapa hari terakhir ini sudah ada tanda-tanda keretakan akan ambruk. “Tadi malam kejadianya mengalami kerusakan,” tulisnya melalui pesan Whatsapnya kepada Buton Pos, Jumat (22/12).

Ia memperkirakan, kontruksi bangunan pelabuhan itu kurang bagus. Kondisi campuran material tidak maksimal. Apalagi ditambah cuaca ekstrim (musim barat) yang terjadi saat ini.

Sebab ia mengaku, dermaga yang lama sebelum direhabilitasi hasil kerja swadaya masyarakat sudah berkali-kali musim barat tidak rusak separah saat ini.

“Kayaknya konstruksinya yang kurang bagus karena yang lama hasil kerja swadaya masyarkat sudah berkali-kali musim barat tidak rusak separah ini,” tulis Kades dua periode ini atas dugaan ambruknya dermaga tersebut.

Sementara itu, Plt Kadis Perhubungan La Ode Mahanu mengaku baru mengetahui ambruknya dermaga di Desa Lalole tersebut dari awak media. Ia juga terkejut dan heran ambruknya dermaga yang menjadi sarana infrastruktur nelayan dan masyarakat tersebut. Pasalnya, baru sekitar sebulan selesai pengerjaanya.

“Saya baru tahu ini, nanti saya kontak kontraktornya supaya dia perbaiki,” ujarnya ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, kemarin.

Kata dia, anggaran untuk pembangunan proyek rehabilitasi dermaga tersebut menelan APBD Buton Selatan tahun 2017 sebesar Rp 1,2 miliar. Secara teknis soal gambar dan kontruksinya ia meyakini sudah sesuai bestek.

“Itu masih tanggung jawab kontraktor, baru selesai itu dibikin, cair anggarannya sekitar minggu lalu,” ujarnya lagi.

Menurutnya, prosesnya untuk saat ini masih dalam tanggung jawab pihak ketiga dalam hal ini kontraktor untuk melakukan perbaikan. Karena ketentuanya masih tanggung jawab kontraktor sampai enam bulan sebelum diserahkan kepada Pemkab. Artinya pihaknya akan coba infokan secepatnya kepada kontraktornya untuk segera dilakukan perbaikan.

“Karena ada sekitar dana perbaikan 5 persen belum dicairkan di DPA Dinas Perhubungan. Kita akan segera kroscek di lapangan agar segera ditindaklanjuti,” tutupnya. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker