Baubau

Dewan Pers Verifikasi Buton Pos

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Surat Kabar Harian (SKH) Buton Pos membuktikan diri sebagai media massa yang siap mengikuti aturan. Anggota Dewan Pers sudah melakukan verifikasi faktual terhadap salah satu media terbesar di Kepulauan Buton ini, Kamis (14/12).

Dua Komisioner Dewan Pers yang menyambangi Kantor Buton Pos, yakni Rustam Fachri dan Syariful. Rustam Fachri merupakan anggota kelompok kerja pengaduan dan penegakan etik Dewan Pers. Sedangkan, Syariful sebagai anggota tim pendataan Dewan Pers.

Mereka diterima oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Buton Pos, Irwansyah Amunu beserta segenap kru Buton Pos sekitar Pukul 16.00 Wita.

Selain, menanyakan sejumlah adminitrasi, anggota Dewan Pers tersebut juga mengecek beberapa titik di dalam kantor media yang beralamat di Jln Sipanjonga nomor 29 ini.

“Hari ini ada enam media massa di Kota Baubau yang kita verifikasi faktual salah satunya Surat Kabar Harian Buton Pos,” kata Rustam Fachri kepada wartawan Buton Pos.

Dia menguraikan, item yang diverifikasi antara lain badan hukum, kelengkapan alat kerja, alamat kantor, kepastian kesejahteraan karyawan dan regulasi tentang jenjang karir.

Dia menjelaskan, data yang dikumpulkan dari verifikasi faktual ini akan disodorkan ke rapat pleno Dewan Pers. Untuk kemudian, Dewan Pers menerbitkan sebuah Surat Keputusan tentang Buton Pos.

“Hasilnya akan kita bawa ke pleno anggota Dewan Pers di Jakarta. Nanti Dewan Pers lah yang akan menentukan yang sudah terverifikasi, mana yang kurang, mana yang belum,” imbuhnya.

Dia menambahkan, SK dari Dewan Pers itu praktis akan memberikan legitimasi kepada Buton Pos sebagai media yang terdaftar alias tidak abal-abal.

“Jadi kalau ada narasumber atau pihak yang ingin menghubungi atau dihubungi oleh media, dia bisa cek keberadaan media tersebut lewat Dewan Pers,” tandas Rustam. (exa/m4/po4)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker