Muna

Dibayar Lunas, BPN Muna tak Serahkan Sertifikat Tanah Warga

PUBLIKSATU.COM, MUNA – La Galapu, warga Jalan Kasuari, Kelurahan Raha III merasa kecewa dengan pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muna. Pasalnya, sertifikat tanahnya di belakang kampus eks IAIN Alaudin tak juga diterbitkan oleh BPN. Padahal seluruh adminitrasi dan biayanya telah dilunasi.

Untuk luas tanah kurang lebih sekitar 800 meter persegi, ia membayar sekitar kurang lebih Rp 2.825.000 . Namun ironisnya, kala mempertanyakan sertifikatnya di Kantor BPN Muna bagian pelayanan, ia malah mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh Kepala BPN, Rajamudin.

“Saya hanya datang meminta hak, tapi tidak enaknya, kepala kantor (Rajamudin) bilang biar tidak ada sertifikat, tidak mungkin ada yang berani ganggu. Itu yang saya tidak sukakan,” kata La Galapu.

Ia mengaku seluruh persyaraan adminstrasi tanahnya telah lengkap. Diantaranya yang dia pegang saat ini berupa dokumen penunjukan lahan dari bupati Muna. “Jadi tinggal sertifikatnya saja. Tim lima juga sudah selesai melakukan pengukuran dan memproses administrasi lainnya,” terangnya.

La Galapu sendiri tak mempersoalkan besarnya jumlah biaya yang dikeluarkan untuk mengurus sertifikat itu. Pertama yang disampikan untuk disetor ke Kas Negara sebesar Rp 600 ribu. Sisanya dia tidak tahu dikemanakan. “Semuanya saya setor sama petugas BPN. Sekarang saya hanya menuntut hak,” tukasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan yang diberikan oleh pihak BPN. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker