Seputar Indonesia

Diduga akibat Korsleting, Dua Kios Dilalap Api

PUBLIKSATU.COM, NGANJUK – Warga di Desa Petak, Kecamatan Bagor, dini hari kemarin panik. Ini setelah dua kios pasar Bagor dilalap si jago merah sekitar pukul 01.00. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, dua kios yang terbakar adalah milik Wakid, 61, penjual soto asal Desa Bagorkulon, Bagor dan Hartini, 42, toko kelontong asal Desa Petak, Bagor. Kebakaran yang menimpa kios keduanya, pertama kali diketahui oleh Yadi, 60. Tukang becak yang biasa mangkal di sekitar pasar yang masih terjaga itu terkejut melihat kepulan asap hitam dari dalam pasar.

Menyadari ada yang tidak beres, pria asal Desa Banarankulon, Bagor itu langsung mendatangi sumber asap. Semakin dekat dengan lokasi, dia tidak hanya melihat asap yang membumbung tinggi. Melainkan juga melihat letupan api kecil. “Saat saksi tiba di dekat perlintasan kereta api pasar Bagor, dia melihat api sudah membakar kios,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Yogi Ardi Khristanto yang kemarin memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama anggotanya.

Panik melihat kobaran api yang membesar, dia langsung berteriak meminta tolong kepada warga di sekitar pasar. Hanya dalam hitungan menit, warga langsung berdatangan. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Tetapi, usaha mereka tidak membuahkan hasil. Angin yang bertiup kencang membuat api semakin besar. Jika awalnya si jago merah yang melalap kios Wakid, api langsung membakar kios Hartini yang ada di dekatnya.

Warga pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bagor. Korps baju cokelat lantas berkoordinasi dengan petugas memadamkan kebakaran (PMK) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk untuk pemadaman api.

Sekitar pukul 01.15, tiga unit mobil PMK dan satu unit mobil water cannon milik Polres Nganjuk langsung melakukan pemadaman secara bersamaan. Selang satu jam kemudian, si jago merah berhasil dijinakkan. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” lanjut Yogi.

Ditanya tentang penyebab kebakaran, Yogi menyebutkan, berdasar olah TKP, musibah itu diduga terjadi akibat korsleting listrik. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 250 juta.

Usai olah TKP kemarin, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, kabel listrik dan kayu yang terbakar. Sementara itu, meski kemarin tim dari Satreskrim Polres Nganjuk dan Polsek Bagor telah melakukan olah TKP, menurutnya hari ini tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim akan turun ke lokasi. “Ini (tim labfor, Red) untuk memastikan penyebab kebakaran,” tandas Yogi.

Untuk diketahui, selama mengecek kondisi dua kios di pasar Bagor yang terbakar kemarin, Yogi mengecek seluruh kondisi bangunan. Baik yang ada di dalam dan di luar bangunan.

Saat mengecek bagian luar bangunan, diketahui kondisi kabel listrik di pasar tersebut yang menumpuk dan semrawut. Perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu pun langsung meminta agar kabel-kabel yang ada di atap pasar itu segera dirapikan. Sehingga, kebakaran serupa bisa dicegah. (radarkediri/rq/die/JPR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker