Buton

Diduga Korupsi, Kades Bahari Makmur Dipolisikan

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Warga Desa Bahari Makmur Kecamatan Siontapina menduga telah terjadi korupsi dana desa 2016. Kepala Desa (Kades) Bahari Makmur, Situti dituding melakukan mark-up harga material proyek pembangunan lapangan desa setempat.

Salah seorang warga Bahari Makmur, Amin Taslim membeberkan, kejanggalan proyek senilai Rp 400 juta itu mulai terasa dari keterlibatan seorang warga desa tetangga sebagai pihak ketiga. Tim Pengelola Kegiatan (TPK) tidak diberi fungsi sebagai mestinya.

“Kepala desa membentuk tim pembangunan lapangan Desa Bahari Makmur hanya sebagai lambang dan hanya dijadikan alat pertanggung jawaban saja. Faktanya kepala desa bersekongkol dengan saudara Amiruddin yang bukan masyarakat Desa Bahari Makmur, melainkan Desa Kumbewaha,” ungkap Amin kala menyambangi Buton Pos, Rabu (29/11).

Bentuk persekongkolan mereka, kata dia, Situti dengan Amiruddin menyepakati harga material timbunan dan batu sesuai yang ada dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB). Padahal, nilai yang tertera di RAB itu jauh lebih mahal dibandingkan dengan fakta di lapangan.

“Mereka berdua menyepakati harga yang tercantum di RAB yaitu satu truk timbunan Rp 150 ribu dan satu truk batu Rp 400 ribu. Fakta lapangan, justru timbunan itu Rp 15 ribu tambah sewa truk Rp 30 ribu. Sedangkan, satu truk batu hanya Rp 200 ribu,” urainya.

Kejanggalan lain, ulas dia, antara lain penimbunan lapangan hanya menggunakan tanah timbunan tanpa batu dan jumlah upah pekerja hanya setengah dari RAB.

Ironisnya, tegas dia, Kades Bahari Makmur membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) proyek lapangan tersebut nyaris sama dengan dana yang tertera di RAB. Hasil analisis, Situti mengambil keuntungan dari proyek ini sekitar Rp 170 juta.

“Atas pekerjaan itu, Kades Bahari Makmur hanya melaporkan sisa anggaran Rp 30 juta. Padahal kalau kami hitung ada sisa anggaran kurang lebih Rp 200 juta, bukan Rp 30 juta,” tukasnya.

Dia menambahkan, persoalan ini sudah dilaporkan secara resmi ke Polres Buton. Amin pun siap dituntut balik jika pernyataannya ini tidak benar.

“Tanggal 26 November kemarin, saya sudah ketemu langsung Kanit Tipikor Polres Buton. Bahkan saya sudah sampaikan sama Pak Kapolres terkait persoalan ini,” pungkasnya.

Terpisah, Kades Bahari Makmur, Situti membantah tudingan tersebut. “Tidak benar itu, sedangkan harga pembelian tanah timbunan bukan seperti laporannya itu,” bantah Situti dikonfirmasi via telepon seluler, Sabtu (2/12).

Saat ditanya soal harga material lapangan Bahari Makmur, dia mengaku tidak mengingat pasti.

“Kecuali saya buka LPJ-ku, karena tidak mungkin saya mau ingat. Nantilah kita ketemu baru saya jelaskan,” tukasnya.

Situti juga siap menjalani pemeriksaan terkait laporan ini. “Saya belum pernah dipanggil penyidik soal kasus ini,” tandasnya. (exa)

Dugaan Mark-Up proyek lapangan desa Bahari Makmur Kecamatan Siontapina yang dilaporkan warga:

-Volume sekitar 4.000 M3.
– Sumber anggaran dari Dana desa 2016 senilai Rp 400 juta.
-Harga timbunan yang dilaporkan Rp 150 per truk. Fakta di lapangan Rp 15 ribu tambah sewa truk Rp 30 ribu.
-Harga satu truk batu dilaporkan Rp 400 ribu. Fakta di lapangan Rp 200 ribu.
-Justru pekerjaan di lapangan, batu itu tidak ada hanya timbunan toh.
-Upah tukang dan pekerja tidak sesuai dengan jumlah yang ada di RAB. Faktanya jumlah tukang dan pekerja hanya setengah dari tercantum dalam RAB.
-Mestinya sisa anggaran Rp 200 juta, tetapi dalam LPJ Kades Bahari Makmur hanya Rp 30 jutaan.

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker