Buton

Diduga Langgar Kode Etik, Ketua DPRD Buton Terancam Dipecat

PUBLIKSATU.COM, BUTON – Gerakan Masyarakat (Germas) Kabupaten Buton menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Buton, Kamis (8/11/18).

Mereka menuntut Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Buton untuk memberhentikan Ketua DPRD Buton, La Ode Rafiun. Pasalnya ia diduga telah menerapkan praktek korupsi yang merugikan negara dengan cara merangkap berbagai jabatan.

Diantaranya selain menjabat sebagai ketua DPRD Buton juga menjabat sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Kancinaa, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton.

Menurut Koordinator aksi Germas Kabupaten Buton, Luwis Taher mengatakan, La Ode Rafiun sejak 2013 hingga saat ini masih tercantum dan masih menerima gaji sebagai anggota BPD Desa Kancinaa.

“Harusnya ketika tahun 2014 (saat mencalonkan diri sebagai anggota DPR) sudah mengundurkan diri, tapi itu tidak dilakukan, sampai hari ini juga masih menerima gaji sebagai anggota BPD,” ujarnya kepada wartawan saat melakukan aksinya.

Menanggapi tuntuan ini, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Buton, Mustakin menjelaskan, pihaknya tetap menerima dan memproses laporan tersebut. Hanya saja badan kehormatan belum bisa langsung memecat La Ode Rafiun sebagai anggota DPRD.

Pasalnya, kata dia laporan ini masih perlu disampaikan ke partai yang bersangkutan sebagai yang berwenang memecat La Ode Rafiun.

“Laporan ini kita akan tindak lanjuti, kami tidak akan menunda-nunda lagi untuk menindaklanjuti masalah ini, mungkin hari senin (pekan depan) kami berempat dengan pak Ketua untuk berembuk untuk menyurati partainya, dalam hal ini La Ode Rafiun sebagai anggota DPRD dari partai PAN,” ujarnya.

Ditegaskannya, jika laporan tersebut benar adanya dan disertai dengan bukti-bukti kuat, maka perbuatan yang dilakukan oleh La Ode Rafiun sebagai anggota DPRD juga aktif menjadi anggota BPD, maka bisa melanggar kode etik. (Mo1)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker