Baubau

Dikbud Baubau: Guru Honorer tidak Bisa Dikurangi

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau memastikan tidak ada pengurangan guru honorer di Kota Baubau. Pernyataan ini sekaligus meluruskan makna dari rencana penghapusan honorer oleh pemerintah pusat.

“(Guru honorer) tidak bisa dikurangi. Tidak mungkin kita mau biarkan sekolah dia libur, karena tenaganya sangat dibutuhkan,” ungkap Kepala Dinas Dikbud Baubau, Abdul Karim, dikonfirmasi di kantor DPRD Baubau, Kamis (13/2).

Ia membeberkan, hasil rapat antara pihaknya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian PAN-RB mengungkap, maksud dari penghapusan honorer adalah tidak ada penambahan lagi. Sedangkan, honorer yang sudah ada diupayakan perlahan diangkat jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian (P3K).

“Kalau pun guru honorer diberhentikan, itu karena berdasarkan Undang-Undang mewajibkan pendidikan minimal S1. Bisa juga karena dia bekerja di sekolah yang sudah kelebihan guru, sehingga mubazir,” jelasnya.

Mantan Kasat Pol PP Baubau ini tidak mengingat jumlah detail guru honorer di Kota Baubau. Namun, yang pasti mencapai ratusan, tersebar di SMP dan SD.

“Kalau dikurangi, kasihan mereka sudah mengabdi sekian lama bahkan ada 10 tahun lebih, kemudian tidak mendapat perhatian. Ini yang kita sudah coba laporkan ke pemerintah pusat,” imbuhnya.

Selama mengabdi, beber dia, pendapatan utama guru honorer tersebut bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Untungnya, Petunjuk Teknis (Juknis) BOS tahun ini, alokasi belanja pegawai sudah naik menjadi 50 persen. Sehingga, pembayaran honor guru lebih leluasa.

“Ada juga sebagian guru honorer yang mendapat sertifikasi, seperti guru negeri. Besaran tunjangan sertifikasi dihitung per jam mengajar. Dana sertifikasi ini dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ulasnya.

Karim menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang menyiapkan Surat Keputusan (SK) baru bagi guru honorer tersebut ke Wali Kota Baubau. “Karena SK-nya mereka ini berlaku satu tahun, setiap Juni harus diperpanjang,” pungkasnya.(exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker