Buton

Dimulai 19 Agustus, Begini Rangkaian Festival Pesona Budaya Tua Buton

PUBLIKSATU.COM, BUTON – Pemerintah Kabupaten Buton kembali membahas persiapan pelaksanaan kegiatan festival pesona Budaya Tua Buton VII tahun 2019 di aula kantor Bupati Buton, Lantai 2, kompleks perkantoran, Rabu (17/7/2019) pagi.

Tercatat, pertemuan kali ini merupakan pertemuan kedua. Bupati Buton, La Bakry memimpin langsung pertemuan ini dan didampingi Wakilnya, Iis Elyanti dan Sekretaris Daerah, Laode Zilfar Djafar serta Kepala Dinas Pariwisata, La Ode Zainuddin Napa dan Plt Kapala Dinas Kebudayaan, La Ode Syamsuddin.

Dalam pertemuan ini, Kepala Dinas Pariwisata, La Ode Zainuddin Napa melaporkan rangkain acara festival yang akan digelar 19-24 Agustus mengusung tema Budaya Tua Buton dan Masa Depan.

“Ini alasannya karna berkaitan kita memasuki pada era informasi dan industri maka bagaimana nasibnya budaya tua Buton dan masa depan,” ujar dia.

Ia menjelaskan seperti tahun sebelumnya, penyelenggaraan festival kali ini tak jauh berbeda seperti sebelumnya. Yang membedakan tahun ini penambahan rangkaian kegiatan yakni permainan tradisional dan lomba fashion show antar kecamatan.

Nantinya, juara dari fashion show ini bakal menjadi ikon pariwisata yang akan ditampilkan pada event nasional dan regional di 2020 mendatang.

“Jadi memang yang dapat juara nanti ini ada beberapa persyaratan yang dilalui,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata dia pembukaan festival ini akan dibuka 19 Agustus pada sore hari. Pembukaan ini sekaligus dirangkaikan dengan pameran budaya.

“Kami harapkan pada pembukaan pameran itu kita lebih tonjolkan yang bernuansa budaya, produk-produk yang bernuansa budaya. Dinas pariwisata menyiapkan itu, seperti kemarin lokasi, tenda memang ada anggarannya sedangkan dekorasi dan isinya kami harapkan partisipasi kepada dinas dan instansi lembaga terkait,” ujarnya.

Selain itu pembukaan lomba pada tanggal 19 tersebut juga dirangkaikan dengan pemukulan gendang pertama untuk orang pingitan.

“Pada tanggal 19 itu selain pembukaan lomba juga dimulai pemukulan gendang pertama untuk orang pingitan oleh dinas kebudayaan. Jadi kita usahakan tanggal 24 Agustus selama lima hari, empat hari dia sudah keluar, kita sudah pajang para gadis-gadis itu di depan umum,” katanya.

Selanjutnya selama kegiatan festival 19-24 Agustus pihaknya juga membuka lomba lagu daerah, foto, penulisan berita dan lombah seni bela diri.

“Dinas pariwisata menyiapkan hadiah dalam bentuk uang pembinaan,” tukasnya.

“Untuk Kominfo dia punya kegiatan lomba foto yang berkaitan dengan potensi pariwisata yaitu lomba foto yang melibatkan foto grafer dan media sekaligus penulisan berita mulai tanggal 19 Agustus,” sebutnya.

Sementara itu, kata dia untuk acara rutin masih seperti rangaian acara sebelumnya yakni Pedole-dole, Tandaki, Pekande-kandea, Tenun, dan tari kolosal sebanyak 5 ribu penari

“Semuah kegiatan itu berpusat di takwa,” tutupnya. (Mo1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker