Busel

Dinas PU Putuskan Kontrak Proyek Pengeboran Air Bersih di Siompu, Kadatua, dan Batuatas

PUBLIKSATU.COM, BUTON SELATAN – Sumber mata air di Pulau Siompu, Kadatua, dan Batuatas belum juga dekat ke masyarakat. Pasalnya, mega proyek Rp 5 miliar dari APBD 2018 Buton Selatan (Busel) untuk pengeboran air bersih di tiga pulau tersebut belum tuntas dikerjakan.

Ironisnya, Pemkab Busel sudah melakukan perpanjangan kontrak pekerjaan bersama perusahaan penyedia. Namun sumber mata air belum juga ada.

Padahal air bersih itu sudah digembar gemborkan akan tuntas 2018, namun faktanya belum juga diselesaikan. Mata air belum berhasil ditemukan. Pemkab terpaksa memutuskan kontrak proyek tersebut. Sementara duitnya diduga sudah cair. Sedangkan airnya belum menetes.

Proyek penuntasan krisis air bersih di Batuatas menelan APBD Rp 3 miliar. Infromasi yang dihimpun koran ini, dari total anggaran Rp 3 miliar itu sudah dicairkan 50 persen. Tapi karena putus kontrak Pemkab menarik anggaran sebesar 30 persen.

Sementara di Kecamatan Siompu dan Kadatua, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 2 miliar. Jumlah ini sudah termasuk pengadaan pipa dan pemasangan sambungan jaringan ke rumah warga.

Untuk proyek di Kadatua dan Siompu sudah dicairkan uang muka 30 persen. Tapi anggaran itu sudah dikembalikan. Pihak kontraktor menarik anggaran sesuai realisasi, yakni pengadaan dan pemasangan sambungan jaringan pipa di rumah warga.

Kadis PU Busel LM Idris melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Dirman Bukide mengaku proses pekerjaan fisik seperti pengadaan pipa, sambungan jaringan dari pipa utama ke rumah warga sudah 100 persen. Proyek pengeboran mata air dan pengadaan pipa satu paket. Namun mata air belum ditemukan.

Khusus di Batuatas kata dia, proyek pelaksana dikerjakan CV Mari Bangun Bersama Spesial. Pihaknya memutuskan kontrak karena pihak rekanan tak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai persyaratan di rencana anggaran biaya (RAB) waktu kontrak.

Lanjut dia, pada saat pekerjaan sudah 64 persen, pihaknya masih mentolerir sesuai ketentuan memberikan kesempatan kepada kontraktor selama 45 hari sejak 28 Desember 2018 untuk perpanjangan kontrak pekerjaan. Dengan catatan bersedia membayar denda. Namun ia tak menyebutkan denda tersebut sudah diterima Pemkab atau belum.

Dirman mengaku, sebagai PPK pihaknya hanya melaksanakan teknis kegiatan. Sedangkan proses perencanaan proyek itu di luar tanggung jawabnya. “Pemasangan jaringan ke rumah-rumah itu saya tidak tahu, karena kami hanya melaksanakan kegiatan, bukan merencanakan,” ujarnya.

Kasus serupa juga terjadi di Siompu dan Kadatua. Penyambungan jaringan di rumah warga sudah rampung 100 persen. Namun sumber air belum ada. Pemkab memutuskan kontrak kerja bersama CV Mutiara Hati.
Untuk melanjutkan proyek itu Dirman mengaku masih berkoordinasi dengan pimpinanya. Kini sebagai PPK ia menunggu hitungan hasil final realisasi pekerjaan yang masih dirampungkan konsultan pengawas.

Menyikapi polemik ini, Wakil Ketua DPRD Busel Aliadi mengaku akan mengundang pemerintah dan pihak terkait untuk dihearing. Sebagai lembaga mitra kerja pemerintah yang diamanahkan konstitusi berfungsi mengawasi kebijakan pemerintah, DPRD dalam waktu dekat akan mengagendakan mencari benang kusut mega proyek itu.

Menurutnya, proyek yang sudah dianggarkan tak boleh mandek. Apalagi ini kepentingan hajat hidup warga. Air bersih ini merupakan kebutuhan pokok yang sangat dinanti-nantikan warga.

Ia mengaku beberapa waktu lalu sudah melakukan kunjungan kerja menyaksikan pengeboran sumber air bersih tersebut. Namun saat itu masih 20 meter kedalamanya.

Aliadi berharap Pemkab Busel dapat mengatasi krisis air bersih di Batuatas. Apalagi anggaran yang dikucurkan Rp 3 miliar.

Soal indikasi dugaan kesalahan perencanaan proyek itu, Aliadi enggan berspekulasi lebih jauh. Namun pihaknya akan melakukan hearing di DPRD termasuk proyek air bersih di Kadatua dan Siompu. Begitupun soal pembayaran denda bersama pihak kontraktor.

Infromasi yang dihimpun koran ini, sumber air berada di kedalaman 90 meter lebih. Sementara pengeboran baru sejauh 20 meter. Jadi mana mungkin air ditemukan. (nun)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker