Wakatobi

Dinkes Wakatobi Musnahkan 100 Jenis Obat

BUTONPOS.COM, WAKATOBI – Sebanyak 100 jenis obat yang tak layak konsumsi atau Exspired Date (ED), dalam gudang penyimpanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Wakatobi dimusnahkan.

Pemusnahan zat yang telah megalami perubahan bentuk, warna, atau pun sudah bau itu, dilakukan dengan dua cara yakni dibakar maupun dikubur dalam tanah.

“Sesuai resiko kandungan zar dalam obat,” terang Kepala Dinas Kesehatan Wakatobi Muliadin ditemui di gudang apoteker kefarmasian.

Masa berakhirnya waktu penggunaan pada kemasan obat-obatan pun bervariasi. Rata-rata lumayan lama tersimpan dalam gudang, hingga empat tahun.

“Obat-obat yang dimunsnahkan, ada yang kedaluarsa sejak tahun 2012, 2013, 2014, 2015 dan juga tahun 2017,” jelas Muliadin.

Ampicilin injeksi atau obat antibiotik mendominasi jumlah obat yang dimusnahkan.

Sejatinya, pemusnahan obat-obatan ini sesuai dengan amanah Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 23 tahun 2015 tentang tatacara penyimpanan, pengedaran, dan pemusnahan.
Anjuran Permenkes, kedaluarsa obat-obatan batas minimal 2 tahun.

“Itu untuk menghindari penggunaan obat-obatan yang rusak. Efeknya tidak baik untuk kesehatan,” tatasnya.

Untuk menjaga kefarmasian obat-obatan di salah satu daerah prioritas “10 New Bali” itu, pengendalian tidak cukup jika hanya berlaku pada instansi pemerintah daerah saja, cara pendistribusian resmi seperti apotik juga tak luput dari sasaran pemeriksaan.

“Itu juga sudah pernah kita lakukan. Tentunya bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan Balai POM,” tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan pemusnahan obat-obatan Exspired Date (ED) ini melibatkan pihak-pihak berwenang seperti Kepolisian wilayah hukum Wakatobi, Kejaksaan, Inspektorat dan bagian penertiban aset daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). (P10)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker