Muna

Dishub dan Satpol PP Mubar Diminta Awasi Kendaraan Proyek

BUTONPOS.COM, MUBAR – Para pengangkut material batu kapur sebagai bahan timbunan proyek jalan di Muna Barat (Mubar) makin berulah. Terlepas kontrol dari pihak kepolisian, mereka seenaknya memuat material hingga melebihi kapasitas.

Volume muatan rata-rata melewati bak truk dan tanpa penutup. Padahal para sopir mobil ini dianjurkan untuk menutup muatan bagian atas dan menjamin keselamatan para pengguna jalan lainnya. Namun, berburu omprengan para sopir sudah tidak lagi memperhatikan volume muatan dan penutup bak.

Akibat oversitas muatan tersebut, tanah material yang diangkut truk berjatuhan di jalan raya. Kondisi ini membuat jalan menjadi licin dan membahayakan para pengendara roda dua. Parahnya kondisi ini terjadi di sekitar lokasi galian batu kapur seperti di Matandasa.

Bagi para pengguna motor harus serba hati-hati saat melintasi jalan itu, terutama musim hujan. Karena kondisi jalan licin. Dulunya diaspal cukup mulus, tetapi setelah dilalui kendaraan proyek, jalan kembali tertimbun tanah dengan ketebalan sekitar 3 cm.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Mubar, LM Husein Tali menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan untuk mengawasi kendaraan proyek pengangkut material timbunan. Sebab, selain mengancam keselamatan penguna jalan lain karena licin, juga merusak kondisi jalanan yang sudah diaspal.

“Saya akan mengarahkan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Mubar untuk melakukan pengawasan bagi kendaraan pemuat material. Semua aktivitas mereka harus dikontrol,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Bukan hanya Dishub yang akan diperintah untuk melakukan pengawasan, anggota Satpol PP Mubar juga diminta untuk melakukan pengawasan terhadap perlakuan sopir truk yang memuat material secara berlebihan.

“Saya akan perintahkan juga kepada Satpol PP untuk patroli keliling mengawasi kendaraan proyek. Kalau ditemukan ada yang memuat material sampai berlebihan dan jatuh berhamburan di jalan, ditahan atau ditegur saja,” ujarnya.

Ia juga mengakui, jalan yang sudah rusak di sekitar lokasi galian batu kapur selama ini, akibat kendaraan pemuat material itu. Hal itu akibat tanah timbunan yang berhamburan di jalan membentuk gumpalan.

“Kalau sudah dilapisi dengan tanah, maka kualitas aspal menurun. Tetapi para sopir dan pengelola proyek tidak memperhatikan itu. Namanya juga pengusaha hanya tepikir mencari keuntungan. Seharusnya, jalan yang telah dibangun oleh pemerintah haru dijaga,” kata Husein Tali. (p5)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker