Muna

Disperindag Muna Usulkan Fasilitas Pasar Rp 3,8 Miliar di APBD-P

PUBLIKSATU.COM, MUNA – Meskipun struktur bangunan pasar sentral Laino telah dinyatakan layak untuk difungsikan, ternyata fasilitasnya masih sangat minim. Para pedagang mau menempati bangunan itu dengan catatan, Pemkab melengkapi apa yang menjadi kekurangannya.

Adapun fasilitas yang belum dipenuhi adalah listrik, roling door (pintu kios), WC dan atap bangunan yang rusak. Bangunan belum dialiri listrik. Dari 700 kios, yang ada meteran listriknya baru sekitar 500. Lalu, roling door yang kurang sekitar 400 kios.

Untuk memenuhi itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan mengusulkan amggaran sebesar Rp 3,8 miliar pada APBD-P 2019. “Pak bupati sudah mengiyakan agar anggaran itu diprioritaskan,” kata La Taha, Plt Kadisperindag.

Menurutnya, dengan anggaran itu seluruh fasilitas yang kurang bisa dipenuhi, sehingga para pedagang dapat menempati kios-kios dengan nyaman. Sementara untuk pembangunan gedung baru pasar yang anggarannya bersumber dari pinjaman di bank sebesar Rp 20 miliar hingga saat ini belum jelas.

Sebelumnya, antara Bupati Muna, LM Rusman Emba bersama para pedagang telah menyepakati akan menggunakan bangunan pasar usai hari raya Idhul Fitri. Dalam pembagian kios, akan dilakukan secara merata.

Soal konstruksi bangunan pasar, Rusman Emba mengatakan bahwa sesuai hasil uji struktur, tidak ada bagian bagunan yang bisa membahayakan keselamat bila digunakan. Untuk lantai satu, strukur bangunannya sangat baik. Begitu juga lantai 2, tinggal dilakukan pembenahan sedikit. “Pasar sudah bisa kita masuki, tergantung kapan waktunya,” kata Rusman disela-sela buka puasa bersama para pedagang Laino.

Antara bupati dan pedagang sepakat untuk relokasi akan dilakukan setelah lebaran. Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini, para pedagang lagi sibuk-sibuknya menyiapkan dagangannya. “Kita lakukan setelah lebaran. Tidak ada pedagang yang dianaktirikan. Pembagin kios merata,” ungkapnya.

Mantan senator DPD-RI itu mengaku miris melihat kondisi pasar saat ini. Disamping banyak sampah, jalanan juga rusak. Akan tetapi, kedua persoalan itu sudah mulai diatasi. Sampah setiap hari mulai diangkut. Begitu juga jalan mulai dilakukan pengerasan pada bagian yang berlubang.

“Soal pasar ini sudah lama saya pikirkan. Saat ini apapun yang menjadi kendalanya, kita akan tuntaskan tahun ini,” tegasnya disambut tepuk tangan dari ratusan pedagang. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker