Seputar Indonesia

Diterjang Longsor, 517 Rumah Terdampak dan 100 Orang Mengungsi

PUBLIKSATU.COM – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Kuningan, Minggu (4/3) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibatnya 9 desa di 5 kecamatan terdampak. Sebanyak 517 unit rumah terkena imbas dari bencana tersebut.

Dari data yang didapatkan, dari 517 unit rumah, 221 diantaranya mengalami rusak berat, 68 rusak sedang dan 47 lainnya rusak ringan. Selain itu, 181 lainnya terancam longsor.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin mengatakan, upaya penanganan darurat sudah diberikan kepada korban terdampak. Seperti, pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas, dan pelayanan kesehatan.

Warga di Desa Jabranti, Kecamatan Karangkecana, Kabupaten Kuningan sedang dievakuasi oleh  tim penanggulangan bencana. (Istimewa)
Warga di Desa Jabranti, Kecamatan Karangkecana, Kabupaten Kuningan sedang dievakuasi oleh tim penanggulangan bencana. (Istimewa)

“Tim penanggulangan bencana longsor dan tanah bergerak sudah turun. Kami melakukan pembukaan akses jalan di Desa Kaduagung Dusun Cipari, serta pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban terdampak. Selain itu, tim juga memberikan pemenuhan air bersih dan logistik,” ungkap Agus seperti dilansir dari JawaPos.com, Senin (6/3).

Dijelaskannya, kondisi terparah bencana longsor dan tanah bergerak terjadi di Desa Kaduagun, Dusun Cipari, Desa Margacina, Kecamatan Karangkancana menyebabkan ruas jalan utama amblas kurang lebih 1,2 km, dan sebanyak 205 rumah terdampak longsor.

“Sampai hari ini belum ada korban jiwa. Kami terus melakukan upaya darurat bagi korban terdampak. Sementara ini yang kami lakukan adalah fokus ke evakuasi korban terdampak,” imbuhnya.

Agus menyampaikan, kondisi terakhir di lokasi terkena bencana longsor dan tanah bergerak, yaitu tim BPBD melakukan pendampingan kepada warga korban terdampak. Unsur yang terlibat evakuasi korban yaitu, tim dari BPBD Kabupaten Kuningan, tim kesehatan, TNI, Polri, Satpol PP, serta tim dari relawan pegiat penanggulangan bencana.

Di Kaduagung sendiri, imbuhnya jumlah penyintas yang mengungsi di balai desa sekitar 100 jiwa, selebihnya sudah menempati rumah saudaranya. “Tim saat ini melakukan survei lokasi tempat huntara yang tersedia di Desa Kaduagung. Serta melakukan pendampingan dan dan pemenuhan kebutuhan bagi korban terdampak,” pungkasnya.

(wiw/JPC)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker